Beranda News Nusantara Pemkot Solo Sebut Aksi 131 di Gladag Ilegal

Pemkot Solo Sebut Aksi 131 di Gladag Ilegal

695
BERBAGI
Aksi 131 di Gladag, Solo, Minggu, 13 Januari 2019 (Foto: Timlo.net)
Aksi 131 di Gladag, Solo, Minggu, 13 Januari 2019 (Foto: Timlo.net)

TERASLAMPUNG.COM –– Pemerintah Kota Solo menyebut aksi 13 Januari (131) atau Tabligh Akbar Alumni 212 di Gladag ilegal. Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Agus Sisworiyanto mengatakan aksi tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2013 tentang Perhubungan Darat.

“Sebagaimana diatur di Perda itu, fungsi jalan adalah untuk lalu lintas. Kalau mau pengajian, silakan di masjid atau di tempat lain,” kata dia.

BACA: Alumni 212 Gelar Tabligh Akbar di Solo, Jalan Protokol Ditutup

Meski demikian, aksi tersebut tetap berlangsung di Barat Patung Slamet Riyadi. Ribuan orang dengan atribut kalimat tauhid memadati Jalan Slamet Riyadi dari depan Bank BCA ke memanjang ke arah Simpang Nonongan. Agus mengakui pihaknya kecolongan.

“Ini bisa dibilang kecolongan. Lolos ini,” kata dia.

Selain itu, Pemkot telah mengagendakan kegiatan pemangkasan pohon di sepanjang Slamet Riyadi dari Purwosari hingga Gladag. Bahkan Pemkot meliburkan Car Free Day (CFD) yang digelar setiap hari Minggu di Slamet Riyadi untuk kegiatan tersebut.

Penyelenggara aksi sendiri sempat melobi pihak Pemkot dan Polisi agar diperkenanakan menggelar aksi sesuai rencana. Namun menurut Agus, pihaknya tidak memberi toleransi.

“Tapi akhirnya kita biarkan daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena massa jumlahnya besar,” kata dia.

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo menjelaskan aksi di jalan bisa dilaksanakan selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Di antaranya mendapat surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan Kota Solo. Hal ini terkait penanganan rekayasa lalu lintas selama aksi berlangsung. Ari mengakui pihaknya mendapat surat pemberitahuan dari panitia.

“Tapi kita tidak pernah dimintai rekomendasi. Jadi kita tidak keluarkan,” kata dia.

Timlo.net

Loading...