Beranda News Bandarlampung Pemkot tak Hadiri RDP, Andi Surya Nilai Penggusuran Pasar Griya Destruktif

Pemkot tak Hadiri RDP, Andi Surya Nilai Penggusuran Pasar Griya Destruktif

212
BERBAGI
Anggota DPD Lampung Andi Surya meninjau lokasi penggusuran Pasar Griya Sukarame, Bandarlampung

TERASLAMPUNG.COM  — Anggota DPD RI Lampung Andi Surya menilai penggusuran di pasar Griya Sukarame oleh Pemkot sebuah tindakan yang destruktif.

“Penggusuran yang dilakukan oleh Pemkot Bandarlampung itu tindakan yang destruktif apa lagi di sana ada korban serta warga tidak diberikan solusi,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPD Lampung ,Jumat (10/8/2018).

Dalam RDP ini pihaknya ingin mengetahui langkah – langkah Pemkot Bandarlampung terkait lahan bekas pasar Griya Sukarame, Bandarlampung.

“Saya mau tahu apa sih langkah – langkah yang akan dilakukan oleh Pemkot untuk Pasar Griya. Isunya mau dibangun Kantor Kejari, katanya sudah ditender dan ada pemenangnya. Saya tidak tahu,” ujar Andi Surya.

Dalam RDP yang tidak dihadiri perwakilan Pemkot Bandarlampung itu Andi Surya mengatakan satu minggu yang lalu pihaknya menyurati Pemkot.

“Kemarin saya mendapat kabar pihak Pemkot akan datang pada RDP ini, tetapi sampe pukul 10.30 ini tidak kabar,” kata Andi Surya.

Ketidakhadiran pemkot Bandarlampung dalam RDP itu masih ditanggapi positif oleh Andi Surya. Andi mengaku pihaknya akan kembali menyurati Pemkot Bandarlampung untuk kembali berdialog menyelesaikan persoalan warga bekas Pasar Griya Sukarame.

“Kita prasangka baik mungkin pihak pemkot belum siap, nanti kami surati kembali,” katanya.

Andi meminta LBH Bandarlampung untuk membuat kronologis penggusuran untuk selanjutnya akan  dia serahkan ke Ketua DPD RI di Jakarta.

“Kalau Pemkot tidak hadir lagi untuk dialog dalam rangka penyelesaian warga eks Pasar Griya, nanti yang ngundang RDP bukan Andi Surya lagi tapi lembaga DPD yang suratnya ditandatangani Ketua DPD. Pemkot harus hadir,” tegasnya.

Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi mengungkapkan ada 28 KK yang masih menginap di Kantor LBH Bandarlampung di Kelurahan Gotong Royong.

“Ada 28 KK yang tinggal di kantor kami, kalau sampai minggu – minggu ini tidak ada solusi, warga akan menginap di kantor – kantor yang ada di Pemkot Bandarlampung,” ujar Aliyan.

Sebelumnya pihak pemkot pernah menawarkan kepada warga eks pasar Griya untuk tinggal di Rumah Susun (Rusun), namun atas pertimbangan kesulitan mencari nafkah dan jarak anak – anak dengan sekolah mereka tawaran itu ditolak.

“Kesepakatan kami eks warga pasar griya menolak Rusun yang akan diberikan ke kami karena anak sekolah jauh dan kami memulai hidup baru untuk mencari nafkah, saya masih menunggu petunjuk dari buya (Herman HN) kami ini mau diapakan,” kata Hasan warga eks pasar Griya Sukarame.

RDP anggota DPD asal Lampung Andi Surya untuk menyelesaikan persoalan warga eks pasar Griya yang direncanakan akan dihadiri perwakilan Pemkot Bandarlampung, LBH serta perwakilan warga eks pasar Griya dan perwakilan mahasiswa, ditutup dengan menijau lokasi eks pasar Griya di Kecamatan Sukarame, Bandarlampung.

Dandy Ibrahim