Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Pemkot Takut Putus Kontrak Pengembang Pasar Smep

Pemkot Takut Putus Kontrak Pengembang Pasar Smep

344
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Hingga menjelang tutup tahun 2014, Pemkot Bandarlampung tidak juga memutus kontrak PT Prabu Artha sebagai pengembang Pasar Smep. Padahal, sebelumnya sudah ada rencana jika hingga 31 Desember 2014 pengembang tidak juga melanjutkan pembangunan Pasar Smep maka kontrak akan putus.

Meskipun pengembang itu jelas-jelas wanprestasi, Pemkot masih akan memberikan toleransi bagi perusahaan itu untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Bandarlampung,  Khasrian Anwar, mengaku Pemkot Bandarlampung akan kembali memberikan waktu lagi kepada pengembang hingga awal Januari 2015 untuk merampungkan pekerjaannya yang selama ini terbengkelai. Hal ini menurutnya didadasari atas permintaan Direktur PT Prabu Artha Ferry Soelistyo alias Alay, untuk memberikan waktu lagi hingga awal Januari.

“Tadi Pak Alay kirim pesan pendek (SMS) kepada saya. Dia bilang minta waktu lagi sampai awal Januari. Setelah tanggal 5 katanya dia akan melanjutkan pembangunan Pasar Smep sekaligus Pasar Tugu,” ujar Khasrian, saat ditemuidi Pemkot Bandar Lampung, seraya menunjukan SMS dari Alay, Senin (29/12).

“Atas dasar itulah kita beri waktu lagi ke Alay. Karena pemkot juga masih berharap agar dia (Alay) mau melanjutkan kembali pembangunan pasar ini. Soal ini saya juga sudah konsultasikan ke pak sekkot (Badri Tamam),” tambahnya.

(Baca: Komisi II DPRD Bandarlampung akan Rekomendasikan Ganti Pengembang Pasar Smep)

Meski begitu, kata Kasrian, jika setelah diberi waktu tapi masih juga mangkir, maka tidak ada lagi toleransi kepada Alay. Kontrak pun akan segera diputus dan Alay harus mengembalikan uang pedagang yang telah masuk.

Menurut Kasrian, saat ini sudah ada tiga pengembang yang mengajukan diri ke Pemkot untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

“Mereka sanggup meneruskan pembangunan dengan catatan untuk urusan uang yang sudah disetor ke pengembang sebelumnya, mereka tidak ikut bertanggungjawab. Mereka hanya mau membangun saja. Tapi maaf untuk nama-nama pengembang ini saya belum bisa menyebutkan,” papar Khasrian.

(Baca:  Dewan Desak PT Prabu Artha Lanjutkan Pembangunan Pasar Smep)

Apabila PT Prabu Artha menyatakan mundur, terusnya, maka akan dilakukan akuntan publik untuk melihat apa saja yang telah dilakukan Alay selama ini. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kita akan nilai apa saja yang telah dilakukan Alay lalu disesuaikan dengan kontrak kerjasama yang ada. Akan ada penalti terhadap pelanggaran kontrak kerjasama ini,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Kota (Sekkot) Bandar Lampung Badri Tamam enggan berkomentar banyak terkait hal ini. Dirinya hanya mengatakan, akan memutus kontrak jika pengembang tidak melanjutkan pembangunan pasar.

“Ya, nanti kita putus. Karena sudah ada pengembang lain yang sanggup. Tapi untuk nama- namanya tanya ke DPP aja, mereka yang lebih tau persis daripada saya,” ujar Badri yang juga ketua TKKSD (Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah) Pembangunan Pasar Smep dan Tugu ini.

Riski