Beranda News Nusantara Pemprov Aceh Imbau Masyarakat Tidak Rayakan Malam Tahun Baru

Pemprov Aceh Imbau Masyarakat Tidak Rayakan Malam Tahun Baru

841
BERBAGI
Ribuan warga Bandarlampung memadati bundaran Tugu Adipura untuk menyaksikan perta kembang api pada pergantian tahun, Sabtu malam (31/12/2016).

TERASLAMPUNG.COM — Menjelang pergantian tahun baru 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mengeluarkan imbauan agar masyarakat Aceh tidak merayakan malam tahun baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat Aceh tidak menggelar pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, dan balapan kendaraan.

Surat imbauan nomor 003.2/30781 ditandatangani Nova pada Kamis, 27 Desember 2018. Imbauan itu dengan alasan perayaan tahun baru dinilai melanggar aturan syariat Islam yang berlaku di provinsi tersebut.

Surat tersebut memuat empat poin imbauan. Pada poin pertama, disenutkan agar malam pergantian tahun baru 1 Januari 2019 masyarakat Aceh tidak melakukan pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan, dan permainan maupun kegiatan hura-hura lainnya tidak sesuai dengan syariat Islam, adat istiadat, dan budaya Aceh.

Selanjutnya pada poin kedua, pedagang diimbau agar tidak menjualbelikan petasan/mercon, kembang api, terompet atau sejenisnya. Di poin ketiga, masyarakat diharapkan untuk memperkokoh kesatuan dan ketertiban di dalam masyarakat.

“Meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang dilarang agama serta melanggar peraturan perundang-undangan dan Qanun Syariat Islam,” bunyi poin keempat.

Sebelum gubernur, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman lebih dulu mengeluarkan imbauan serupa. Menurutnya, perayaan tahun baru bukan budaya masyarakat Aceh dan bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

““Kita punya tahun baru sendiri yakni 1 Muharram yang harus kita besarkan. Kalau malam tahun baru masehi bukan budaya kita selaku muslim dan memang tak ada dalam ajaran Islam,” kata Aminullah, Rabu (12/12/2018).

Imbauan agar tidak merayakan tahun baru di Aceh dikeluarkan perdana pada tahun 2011. Sebelumnya itu, sekitar tahun 2010, malam pergantian tahun baru di Aceh justru sangat meriah.

Saat itu puncak acara digelar dengan membakar mercon di seputaran Masjid Raya Baiturrahman dan jembatan Pante Pirak.

Acehkita.com

Loading...