Beranda News Pusiban Pemprov akan Hibahkan Tanah 150-an Hektare untuk Pengembangan Unila

Pemprov akan Hibahkan Tanah 150-an Hektare untuk Pengembangan Unila

54
BERBAGI
Gubernur Ridho Ficardo memberikan sambutan pada Kuliah Umum Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di GSG Unila, Selasa (26/4).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Gubernur Lampung Ridho Ficardo menegaskan dengan potensi dan kapasitas yang dimilikinya selama ini, Universitas Lampung sudah saatnya untuk dikembangkan. Terkait hal itu, Gubernur berjanji akan menghibahkan tanah sekitar 150 hingga 200 hektare untuk pengembangan Unila.

“Pemprov akan memberikan tanah sekitar 150- 200 hektare untuk Unila, sekitar 3 kali luas Unila saat ini yang hanya sekitar 50 hektare. Ini penting karena kaum cendikia dan intelektual harus menjadi garda utama memncerdaskan provinsi Lampung ke depan,” kata  Ridho Ficardo, saat memberikan sambutan pada acara Kuliah Umum Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) yang dihadiri 5000-an Mahasiswa, Selasa (26/4/2016).

Ridho mengatakan  Unila semakin tumbuh, sebagai Universitas terbesar di Lampung, mahasiswa terbanyak, dan  perlahan mulai menjadi Universitas terbaik di Sumatera. Dengan potensinya itu, kata Ridho, kapasitas dan kualitas Unila  sudah saatnya ditingkatkan.

Terkait pembangunan di Lampung, kepada Panglima TNI Gubernur Ridho secara langsung meminta kepada Panglima TNI agar Bandara Gatot Subroto di Way Kanan  bisa menjadi bandara komersial. Menurut  Gubernur hal itu sangat bermanfaat  untuk menambah pintu kedatangan ke Provinsi Lampung yang akan mempengaruhi peningkatan kunjungan wisata dan investasi.

Menurut Gubernur, Lampung memiliki keunggulan strategis- komparatif yang terus dipacu dan dimaksimalkan menjadi keunggulan kompetitif. Namun,kata dia, keunggulan strategis  memiliki tantangan keamanan yang lebih kompleks.

“Untuk itu kami memohon dukungan dari keamanan dari Panglima terutama di tiga bukaan laut yang dimiliki Lampung, yaitu di barat, timur, dan selatan. Tidak mungkin pembangun bisa terlaksana tanpa rasa aman dan situasi yang kondusif.” Terangnya.

Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Panglima TNI memaparkan tentng mengenai teori pertumbuhan manusia, kebutuhan energi, dan pangan di dunia.

Menurut Panglima TNI, pada tahun-tahun selanjutnya negara-negara subur di sekitar ekuator yang akan menjadi sasaran dari berbagai negara, setelah cadangan energi terutama di Timur Tengah habis.

“Untuk itu harus ada kewaspadaan bagi Indonesia terutama generasi penerus,” kata Panglima TNI.

Kuliah umum Panglima Gatot juga diisi dengan  sesi tanya jawab.

Acara dihadiri 5.000 ribuan mahasiswa, Forkopimda Lampung, bupati dan walikota di Lampung, akademikus,  tokoh masyarakat, tokoh , serta para  veteran.