Beranda News Pemudik Asal Banten Ini Melahirkan di Dalam Kapal di Selat Sunda

Pemudik Asal Banten Ini Melahirkan di Dalam Kapal di Selat Sunda

480
BERBAGI
Misriyanti (kerudung hitam), seorang pemudik asal Cikande, Banten yang melahirkan seorang bayi perempuan saat tengah berada di dalam kapal. (Teraslampung.com/Zainal Asikin)

TERASLAMPUNG.COM — Misriyanti (43 tahun), pemudik asal Cikande, Banten, melahirkan seorang bayi perempuan saat dalam pelayaran dengan kapal roro dari Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa 12 Juni 2018 sekitar pukul 15.45 WIB.

Kapal Kirana Dua yang membawa ibu melahirkan tersebut, akhirnya tiba dan bersandar di Dermaga Satu Pelabuhan Bakauheni pada Selasa petang sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak terlihat raut wajah kebahagiaan terpancar dari Misriyanti (43) dan juga suaminya Dahlan (45), karena hadirnya sibuah hati yang lahir dengan selamat meski dalam perjalan mudik.

Ibu bayi, Misriyanti (43) menceritakan, bahwa dirinya bersama sang suami bernama Dahlan, benar-benar tidak menyangka kalau anak ketiganya akan lahir diatas kapal Kirana Dua yang ditumpanginya dari Pelabuhan Merak, Banten menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

“Memang saya dalam hamil tua, tapi ya nggak nyangka aja kalau anak ketiga saya ini lahir di atas kapal yang saya tumpangi sama suami. Pastinya ya senang sekali dan alhamdulilah lahirnya lancar baik saya dan bayi saya juga sehat, dan itu semua berkat bantuan dari petugas medis di kapal yang sudah membantu persalinan saya,”ucapnya saat diwawancari dan tiba di Pelabuhan Bakauheni, Selasa 12 Juni 2018 petang.

Menurutnya, bayi perempuan yang dilahirkannya itu, setelah ditimbang bobotnya 2,8 kilogram dan panjangnya sekitar 48 cm. Bahkan ia dan suaminya, sudah langsung memberikan nama untuk anak ketinganya tersebut.

“Ya kami sudah berikan nama bayi saya ini, Dahlia Kirana Putri. Saya mengambil nama Kirana untuk nama anak saya ini, dari nama kapal yang saya tumpangi. Karena kapal ini sudah membawa saya dan bayi saya selamat sampai tujuan,”ungkapnya.

Sebelum melahirkan, kata Yanti, awalnya ia tidak mengalami gejala sama sekali layaknya seperti mau melahirkan, seperti perutnya mulas dan juga seperti mau buang air besar ataupun lainnya pada saat ia dan suaminya mulai menaiki kapal dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan bakauheni.

“Begitu di tengah perjalanan atau di tengah laut, tiba-tiba perut saya terasa sakit terus mules dan sepertinya mau melahirkan. Ternyata benar, akhirnya saya melahirkan diatas kapal. Ya kalau prediksi dokter saat saya cek kandungan sebelum berangkat mudik, melahirkannya itu diperkirakan tanggal 20 Juni 2018 nanti,”terangnya.

Dikatakannya, ia dan suaminya berangkat dari rumahnya di daerah Cikande, Banten menggunakan kendaraan pribadi. Rencananya mau mudik ke kampung halamannya yang berada di daerah Belitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Loading...