Beranda Hukum Kriminal Penadah Barang Curian dan Narkoba Dibekuk di Jalinsum

Penadah Barang Curian dan Narkoba Dibekuk di Jalinsum

425
BERBAGI

Polisi Temukan Senjata Api Revolver dan Tiga Butir Amunisi

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrask tahanan

BANDARLAMPUNG- Penadah mobil hasil kejahatan, Kodri Sofyan (31) warga Desa Sukajawa, kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah dibekuk Unit Resmob Polsek Natar, Lampung Selatan di Jalan Lintas Sumatera, Mandah, Natar, Lampung Selatan, Minggu (24/5).

Selain mengamankan tersangka, polisi mengamankan satu unit Mobil Daihatsu Xenia tahun 2012 yang diduga hasil dari curian yang dibawa tersangka. Selain itu juga petugas menyita sepucuk senjata api jenis Revolver berikut tiga butir amunisi, senpi tersebut disembunyikan didalam tas yang dikenakan tersangka.

Kapolsek Natar Kompol M Reza Chairul Akbar Sidiq melalui Kanit Reskrim Polsek Natar Ipda Setio Budi Howo menutur, tersangka Kodri merupakan Target Operasi (TO) pelaku penadahan mobil hasil kejahatan yang sejak satu tahun terakhir ini melakukan penadahan barang hasil curian. Penangkapan tersangka Kodri, berdasarkan atas laporan korban Saripudin (40) warga Natar Lampung Selatan. Petugas kemudian melakukan penyelidikan.

“Tersangka kami tangkap didalam mobilnya, saat itu mobil yang dikendarainya mengalami pecah ban dan berhenti di pinggir Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di desa Mandah, Natar Lampung Selatan. Sebelumnya telah dibuntuti tersangka yakni mulai dari Bandar Jaya, Lampung Tengah,”kata Budi, Senin (25/5).

Saat akan ditangkap, sambung Budi, tersangka Kodri ini melakukan perlawanan kepada petugas menggunakan senjata api. Namun, tersangka berhasil diamankan sebelum dia (tersangka) mengeluarkan senjata api yang disimpan tersangka didalam tasnya. Menurutnya, tidak hanya pada saat dilokasi penangkapan saja. Saat tersangka akan digelandang ke Mapolsek Natar, tersangka Kodri masih berusaha melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Jadi sewaktu kami bawa ke Polsek, didalam mobil tersangka masih berontak dan melawan petugas. Bahkan kaca mobil petugas sempat dipecahkan dengan tersangka. Selain menjadi target operasi (TO) Polsek Natar, tersangka Kodri juga merupakan To Polda Lampung dan TO Polres Lampung Tengah dalam kasus Narkoba,”ungkapnya.

Budi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya sebagai penadah barang hasil kejahatan sejak satu tahun terakhir. Barang bukti mobil Daihatsu Xenia yang dikendarainya, dibeli tersangka dari temannya berinisial YN warga Lampung Tengah seharga Rp18 juta. Mobil dari hasil curian tersebut, baru dua bulan digunakan tersangka.

“Mobil dari hasil curian itu dibeli tersangka dengan harga bervariasi, mulai dari harga Rp 18 juta hingga Rp 20 Juta. Lalu mobil itu dijual kembali oleh tersangka seharga Rp 25 juta sampai 30 juta, namun tersangka masih bungkam dari mana saja mobil hasil curian itu didapatkannya dan kemana tersangka menjual mobil dari hasil curian sebelumnya,“ jelasnya.

Terkait senjata api jenis Revolver berikut tiga butir amunisi yang dimiliki tersangka, Budi menuturkan, tersangka mengaku bahwa senjata api tersebut dibeli dari temannya berinisial CN warga Gunung Sugih Baru, Lampung Tengah seharga Rp 2 juta.

“Informasi yang kami dapat dari masyarakat, Kodri ini diduga yang melakukan penembakan saat terjadinya kerusuhan di wilayah Gunung Sugih dan Sukajawa, Lampung Tengah beberapa waktu lalu. Yang jelas kasusnya saat ini masih kita kembangkan,”terangnya.

Tersangka dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan hasil kejahatan dan undang darurat no 12 tahun 1951 tentang kepemiliki senpi tanpa hak, diancam hukuman penjara 12 tahun.

Loading...