Beranda Teras Berita Penambangan Pasir di Pulau Sebesi tanpa Izin Distamben?

Penambangan Pasir di Pulau Sebesi tanpa Izin Distamben?

290
BERBAGI
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lampung Selatan, Sujak Prawiranegara (Foto: eraslampung.com)

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

KALIANDA – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Lampung Selatan Sujak Prawiranegara mengaku, sampai sejauh ini pihaknya belum mengetahui adanya penambangan pasir di wilayah perairan laut Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

“Benar saya belum mendapat informasi kalau ada penambangan pasir di Pulau Sebesi, dan baru dari kawan-kawan wartawan inilah tau nya,” ujar Sujak, kepada Teraslampung.com, saat ditemui diruangkerjanya, Selasa (23/12).

Sujak mengatakan, dalam melakukan penambangan bahan-bahan galian apapun bentuk dan jenisnya, itu harus melalui proses perijinan terlebih dahulu. Artinya, sebelum melakukan aktivitas penambangan, pihak perusahaan  terlebih dahulu harus memiliki dokumen perizinan dari dinas atau instansi terkait. Baca: Tanpa Izin Amdal, Pasir Pulau Sebesi Mulai Ditambang

“Tidak sembarangan untuk melakukan penambangan. Harus ada dokumen perizinannya dulu. Kalau pihak perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen izin tambangnya, artinya kegiatan penambangan yang dilakukan ilegal,” terangnya.

Diungkapkannya, terkait adanya informasi soal penambangan pasir di wilayah Pulau Sebesi saat ini, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut secepatnya.

“Secepatnya akan kami jadwalkan untuk turun kelokasi. Kalaupun memang benar ada penambangan, kami akan temui pihak penambangnya dan menanyakan dokumen-dokumen izinnya. Kalau ternyata tidak ada izinnya, terpaksa akan kami hentikan aktivitas penambangan pasir tersebut,” katanya.

Diketahui sebelumnya, pasir Gunung Anak Krakatau diduga ditambang lagi, Namun, kali ini ‘base-camp’ penambangan dilakukan di Pulau Sebesi, salah satu pulau terdekat dengan Kepulauan Krakatau. Baca: Penambangan Pasir Pulau Sebesi Mengancam Terumbu Karang

Berdasarkan hasil investigasi Wahli Lampung telah terjadi pengerukan pasir di Pulau Sebesi, Desa Tejang,  Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga dilakukan PT Lautan Persada Indonesia (LPI).

“Tim investigasi Walhi Lampung telah melakukan investigasi pada Sabtu (13/12). Kami  melihat tongkang kapal yang bersandar di Pulau Sebesi menuju ke Pulau Anak Krakatau dengan kapal KK Mandala 8 Ternate,” kata Mulyadi Sofyaan, angggota tim investigasi Walhi Lampung, saat konferensi pers di LBH Bandarlampung, Rabu (17/12).

Mulyadi mengaku, pihaknya menyaksikan   aktivitas pengerukan  pasir  di Pulau Sebesi .Ketika memergoki kapal tongkang, kapal sudah penuh dengan muatan pasir.

“Aktivitas kapal tongkang  tersebut menurut masyarakat sekitar sudah lebih dari dua minggu,” terang Mulyadi Sofyan.

Hal tersebut dibenarkan Sofyan Raden Kemala Pangeran Singa Brata dari Keratuan Darah Putih Gunung Raja Basa , wakil  warga Pulau Sebesi dan Pesisir, Kalianda, Lampung Selatan.

Menurut dia, pengerukan pasir di Pulau Sebesi itu awalnya bermodus pemasaangan alat deteksi getaran, tapi nyatanya mau menyedot pasir.

“Saat itu pada bulan Nopember ada  sosialisasi pemasangan alat deteksi getaran tapi kenyataannya mau menyedot pasir,” kata Sofyan.

Baca Juga:  PT Ascho Menambang Pasir Gunung Anak Krakatau