Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Penanganan Covid-19, Warga Berkukuh Tolak Islamic Center Kotabumi Jadi Tempat Isolasi

Penanganan Covid-19, Warga Berkukuh Tolak Islamic Center Kotabumi Jadi Tempat Isolasi

159
BERBAGI
‎Ruang isolasi yang sedang dipersiapkan oleh Pemkab Lampung Utara. Ruang isolasi ini berada di dalam GSG di kompleks Islamic Center Kotabumi.
‎Ruang isolasi yang sedang dipersiapkan oleh Pemkab Lampung Utara. Ruang isolasi ini berada di dalam GSG di kompleks Islamic Center Kotabumi.

Feaby Handana |Teraslampung.com

Kotabumi–Meskipun bersikukuh tetap menolak wilayahnya dijadikan lokasi karantina pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19, namun warga Kelurahan Kotaalam, Lampung Utara tidak kuasa menolak keputusan pihak pemkab terkait penetapan lokasi tersebut.

“Pada prinsipnya, kami tetap menolak lokasi karantina di wilayah kami, meskipun Pemkab Lampung Utara menjamin keamanan dan kesehatan warga di sekitar lokasi,” tegas Oon Darmawan, perwakilan warga usai menghadiri pertemuan dengan unsur pimpinan daerah terkait penolakan mereka, di gedung Korpri, Jumat (10/4/2020).

Pertemuan ini adalah puncak dari penolakan warga Kotaalam saat mendengar ada dua warga positif COVID-19 yang menjalani karantina di kompleks Islamic Center, Jumat malam. Mereka mendatangi kediaman Wakil Bupati Budi Utomo malam itu juga.

Kendati tetap menolak, namun Oon mengatakan pihaknya tidak akan melakukan hal – hal yang menjurus kepada aksi anarkis. Hal ini dikarenakan seluruh pemimpin yang hadir di dalam rapat telah menjamin keamanan da kesehatan di daerahnya.

“Mereka janji akan menerapkan keamanan maksimal dan akan menyemprot desinfektan di lokasi karantina dan sekitar tiap hari. Janji itu yang kami tunggu,” tandasnya.

Sebelumnya, meski Pemkab Lampung Utara menjamin keamanan gedung serba guna Islamic Center Kotabumi yang direncanakan akan dijadikan sebagai ruang isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun warga sekitar lokasi tetap menolak rencana tersebut. Alasannya, pemilihan lokasi ini tidak tepat karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman dan pasar tradisional yang selalu ramai didatangi warga.

“Warga Kotaalam tetap menolak Islamic Center dijadikan sebagai tempat karantina ODP,” tegas Firmansyah, tokoh adat Kotaalam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Selasa (7/4/2020).

Firmansyah pun menjelaskan alasan penolakan ini dikarenakan di sekitar lokasi karantina terbilang padat penduduk dan berdekatan dengan pasar tradisional. Di tambah lagi dengan saluran pembuangan air yang mengalir ke pasar sebelum menuju ke sungai.

“Sangat mungkin virus itu akan mengikuti aliran air dan sangat berpotensi untuk menjangkiti orang yang berada di pasar dan sepanjang aliran sungai,” terang Firmansyah yang bergelar Suttan Pengiran Mengku Bumi ini.

Loading...