Beranda News Kesehatan Penataan RS Demang Sepulau Raya, Bupati Mustafa Beri “Deadline” Dinkes Satu Minggu

Penataan RS Demang Sepulau Raya, Bupati Mustafa Beri “Deadline” Dinkes Satu Minggu

370
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah, Mustafa, meninjau RSUD Demang Sepulau Raya, Selasa (22/3).

LAMPUNG TENGAH, Teraslampung.com –  Bupati Lampung Tengah Hi. Mustafa memberi batas waktu (deadline) satu minggu kepada satuan kerja terkait untuk membenahi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Demang Sepulau Raya. Bupati meminta dalam waktu sepekan sudah ada perubahan di RS tersebut.

Terkait pengamanan, orang nomor satu di Lampung Tengah ini meminta anggota TNI dan Sat Pol PP mengambil alih pengamanan di rumah sakit tersebut. “Saya meminta TNI tak pandang bulu, amankan. Saya minta sudah ada perubahan dalam sepekan. Jangan sampai rumah sakit kebanggaan Lamteng jadi sarang penyamun,” ujar Mustafa, dalam apel yang digelar di halaman RS Demang, Selasa (22/3/2016) pagi.

Dia menambahkan, RS Demang merupakan rumah sakit daerah kebanggaan warga Lampung Tengah. Akan tetapi faktanya masyarakat yang enggan berobat lantaran faktor keamanan dan kenyamanan yang minim, maka dari itu TNI supaya dapat mengambil alih pengamanan.

Para dokter  dan tenaga kesehatan lain juga diminta untuk tidak mengabaikan tugasnya di rumah sakit gara-gara membuka tempat praktek pribadi. Bupati Lamteng, Mustafa meminta Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit bertindak tegas dengan membina pegawai bermasalah. “Kalau tidak bisa dibina dan diperbaiki ganti saja,” tandas bupati.

Menurut Bupati, ia mendapat banyak informasi bahwa tenaga kesehatan di RS Demang banyak yang tidak berada di rumah sakit pada jam praktik, karena mementingkan tempat praktik pribadinya atau tempat praktik di rumah sakit lain.

“Rumah sakit ini dibiayai dengan anggaran daerah, jadi pegawainya juga harus mendahulukan pasien rumah sakit dibanding pasien di tempat praktik pribadi. Tolong Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Demang, hal ini harus diperhatikan,” kata Bupati.

Kepada para kepala puskesmas, Bupati Mustafa meminta semuanya ikut mendukung upaya pemerintah dengan merujuk pasien ke RS Demang. Sebab menurut Bupati, dari sisi peralatan dan tenaga kesehatan, RS Demang tak kalah dengan RS-RS swasta.

Para dokter dan kepala-kepala puskesmas juga diwarning untuk tidak mengejar fee dengan merujuk pasien BPJS ke rumah sakit swasta.

“Dokter-dokter jangan mementingkan tempat praktiknya sendiri. Dinas Kesehatan dan direktur rumah sakit harus tegas kepada kepala puskes yang merujuk pasien ke RS swasta hanya untuk mengejar fee. Semua harus bekerjasama. Pegawai yang jadi masalah dibina, kalau tidak bisa diganti saja,” pungkas Bupati.