Pencarian Air Asia QZ8501 Diperluas Jadi 13 Sektor

  • Bagikan

JAKARTA,Teraslampung.com — Setelah kemarin melakukan pencarian tanpa hasil, hari ini (30/12) Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan pencarian  pesawa Air Asia QZ8501 di 13 sektor.

Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan, sebelumnya pencarian difokuskan pada empat sektor dan Senin (29/12) diperluas menjadi tujuh sektor dan hari ini menjadi 13 sektor. Pembagian sektor tersebut dibuat berdasarkan data awal yang diterima saat pesawat lost contact serta data dukung lainnya yang terkait kondisi alam.

Menurut Soelistyo,  pencarian akan dilakukan melalui laut dan udara yang dilakukan oleh tim Basarnas juga dibantu oleh TNI AL, TNI AU, Malaysia, dan Singapura.

Basarnas sendiri melibatkan 12 kapal, puluhan rib, dan dua helikopter (BO 105 dan Dauphin). Malaysia dan Singapura masing-masing mengirimkan tiga kapal dan satu pesawat Hercules. TNI AU mengerahkan dua pesawat Hercules, satu pesawat boeing 737 intai maritim, dan dua pesawat puma.

Sementara TNI AL mengerahkan dua KRI, KAL Manau, dan Kapal Ditpolair Polda Bangka.

“Seluruh pencarian yang dilakukan di bawah Komando Basarnas, unsur-unsur lain diluar Basarnas merupakan unsur kekuatan yang membantu Basarnas, maka dari itu didirikan posko utama yang berada di Kantor Pusat Basarnas dan poskok taktis di Kantor SAR Pangkalpinang,” kata dia.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menerima dua sinyal yang memancar di sekitar lokasi musibah. Sinyal memancar dari PLB (Personal location Beacon) di dua lokasi yang berbeda. Menerima laporan tersebut Basarnas segera menindaklanjuti dengan mengirimkan alat utama (alut) untuk mengecek keterkaitan sinyal tersebut dengan hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501.

Sinyal PLB yang memancar dapat dipastikan bukan berasal dari pesawat tersebut namun merupakan milik perseorangan.

Pantauan udara yang dilakukan oleh Pesawat C-130 A 1323 milik TNI AU melihat dua spot genangan minyak yang berada di koordinat II dengan posisi 105 NM radial 0090 dari ASH (Tanjung Pandan). Hingga Kabasarnas memberikan pernyataan ke media KN Pattimura masih menuju ke posisi ditemukannya genangan minyak tersebut.

Tim SAR gabungan mengerahkan 12 unit helicopter, 11 unit fix wing, 32 unit kapal, dan 3 unit rib termasuk didalamnya bantuan dari Negara sahabat yakni Singapura, Malaysia, dan Australia. Alut yang mereka kerahkan telah memiliki teknologi sonar yang dapat membantu proses pencarian di bawah laut. Total jumlah personil baik yang sudah melakukan pergerakan ataupun yang standby dan siap diberangkatkan sebanyak 1126 personel.

  • Bagikan