Beranda Hukum Kriminal Pencuri Sepeda Motor dan Tiga Penadah Diringkus Polisi saat Tidur Pulas

Pencuri Sepeda Motor dan Tiga Penadah Diringkus Polisi saat Tidur Pulas

170
BERBAGI
Pencuri sepeda motor dan tiga penadah hasil curian diperiksa di kantor polisi. Mereka ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Semaka, Tanggamus saat tidur pulas di rumahnya masing-masing.
Pencuri sepeda motor dan tiga penadah hasil curian diperiksa di kantor polisi. Mereka ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Semaka, Tanggamus saat tidur pulas di rumahnya masing-masing.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS — Seorang pencuri sepeda motor motor  dan tiga penandah barang hasil curian diringkus petugas unit Reskrim Polsek Semaka, Tanggamus saat mereka sedang terlelap tidur di rumahnya masing-masing, Selasa dinihari 16 Oktober 2018 sekitar pukul 01.30 WIB.

Mereka adalah SF (20), ‘pemetik’ sepeda motor, warga Pekon Garut, Kecamatan Semaka; FR (25), warga Pekon Pandan Waras, Kecamatan Semaka; RO (26), dan SM (32), keduanya warga Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung.

Polisi menyita satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 plat nomor B 6158 KRQ dari hasil curian.

“Keempat pelaku sindikat curanmor tersebut ditangkap Selasa dinihari sekitar pukul 01.30 WIB saat mereka sedang terlelap tidur di rumahnya masing-masing. Penangkapan para pelaku tersebut, kita lakukan secara beruntun hasil pengembangan dari masing-masing pelaku,”kata Kapolsek Semaka, AKP Muji Harjono mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma, Rabu 17 Oktober 2018.

Mereka itangkap berdasarkan poran korban Edi Purnomo (26), warga Kecamatan Semaka yang dilaporkan ke Mapolsek Semaka taklama setelah kejadian, pada Jumat 17 Agustus 2018 lalu.

“Malam itu sekitar pukul 00.30 WIB, korban kehilangan dua unit sepeda motor sekaligus jenis Honda Supra X 125 B 6158 KRQ dan Honda Vario B 6197 ENE yang diparkirkan di dalam rumah,”ujarnya.

AKP Muji Harjono mengutarakan, kronologi penangkapa para pelaku sindikat curanmor tersebut, berawal dari teridentifikasinya sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban yang dikuasai pelaku FR (25). Kemudian, petugas menangkap pelaku di rumahnya di Pekon Pandan Waras bersama barang bukti sepeda motor hasil curian.

“Dari keterangan pelaku FR, motor tersebut dibeli dari SF sebesar Rp 1,7 juta. Saat itu juga, petugas memburu SF (20) dan berhasil menangkapnya di rumahnya di Pekon Garut. Pelaku SF ini, merupakan eksekutor atau pemetik motor milik korban,”ungkapnya.

Hasil pengembangan dari SF, lanjut AKP Muji Harjono, bahwa salah satu sepeda motor Honda Vario milik korban, sudah dijual pelaku senilai Rp 1 juta kepada pelaku RO dan SM. Saat itu juga, petugas langsung memburu keduanya dan berhasil mengkap kedua pelaku tersebut di rumahnya masing-masing di Pekon Kalimiring.

“Dari pengakuan RO, bahwa sepeda motor Honda Vario yang dibelinya dari pelaku SF telah hilang dicuri saat dibawa pelaku dan diparkirkan di areal kebun miliknya. Saat ini, petugas masih mencari keberadaan motor tersebut,”terangnya.

AKP Muji Harjono menambahkan, dari hasil pemeriksaan pelaku SF, aksi pencurian itu dilakukan oleh pelaku bersama seorang rekannya berinisial DB (20), warga Pekon Garut yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. Keduanya masuk ke rumah korban, melalui jendela yang tidak dikunci yang ada di ruangan sebelah (ruang L).

“Saat berada di dalam, kedua pelaku langsung menggasak dua unit motor korban sekaligus lalu dijual sebesar Rp 2,7 juta. Dari hasil penjualan motor curian itu, pelaku pelaku SF dapat bagian Rp 1,5 juta dan rekannya DB (DPO) dapat Rp. 1,2 juta,”bebernya.

Bahkan aksi pencurian motor tersebut, kata AKP Muji Harjono, dilakukan pelaku SF dan DB (DPO) di dua TKP lain, yakni di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Semaka mencuri sepeda motor Honda Revo pada Tahun 2017 silam. Kemudian di Pekon Sidodadi, Kecamatan Semaka pada bulan Mei 2018 lalu, kedunya mencuri sepeda motor Suzuki Thunder.

“Sepeda motor hasil curian itu, sudah dijual kedua pelaku dan uangnya dihabiskan untuk poya-poya. Saat ini kami masih mengembangkan kasusnya, untuk mengungkap adanya TKP lain yang dilakukan kedua pelaku dan memburu pelaku DB,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Semaka dan dijerat dengan Pasal berbeda. Pelaku SF, dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun. Sedangkan untuk pelaku FR, RO dan SM, dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil curian, dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.

Loading...