Pencuri Sepeda Motor di 10 TKP Dibekuk Polisi

  • Bagikan
Tersangka Asep saat diperiksa di Polresta Bandarlampung, Rabu (25/11/2015).

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tekab 308 Polresta Bandarlampung, menangkap Asep (20), spesialis pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di 10 tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menangkap warga Kelurahan Talang, Telukbetung Utara, pada Senin (23/11/2015) dinihari sekitar pukul
01.30 WIB di daerah Kelurahan Negeri Olok Gading, Telukbetung Barat, Bandarlampung.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, Asep merupakan spesialis pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di 10 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Bandarlampung. Asep melakukan aksi pencurian tidak sendiri, tersangka melakukannya bersama temannya berinisial TM (DPO).

“Penangkapan Asep, memang sudah menjadi target operasi (TO). Asep ditangkap saat sedang nongkrong dan berkumpul bersama teman-temannya,”kata Dery kepada wartawan, Rabu (25/11).

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti satu buah kunci letter T dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna putih BE 4076 VM.

Dery mengutarakan modus pencurian Asep dan TM, keduanya berkeliling mengendarai motor mencari target sasaran motor yang sedang diparkir di pinggir jalan, seperti di depan Toko, Pasar, Kantor dan rumah yang minim dari pengawasan penjagaan petugas parkir.

Salah satu aksinya, lanjut Dery, kedua tersangka mencuri sepeda motor Yamaha Mio J milik korban Agus Suratman warga Telukbetung Utara, Sabtu (10/10/2015) lalu. Saat dicuri, sepeda motor korban sedang diparkir di pinggir Jalan Yos Sudarso, Bandarlampung.

“Setelah target didapat, Asep dan TM (DPO) merusak kunci stang motor korban menggunakan kunci letter T. Saat melakukan pencurian, kedua tersangka bergantian peran ada yang memetik dan menunggu ada diatas motor mengawasi keadaan sekitar,”terangnya.

Dari keterangan tersangka, kata Dery, tersangka Asep mengakui, sudah 10 kali melakukan pencurian motor bersama TM (DPO) di beberapa tempat di Kota Tapis Berseri, seperti di daerah Panjang, Sukaraja, Telukbetung Utara dan Telukbetung Selatan.

Motor hasil curian, dijual diberbagai tempat diluar Kota Bandarlampung dengan harga bervariasi Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Dari hasil pejualan motor curian, tersangka Asep mengaku mendapat bagian uang sebesar Rp 700 ribu dari TM.

“Dari 10 TKP pencurian, kami baru menemukan enam laporan polisi. Saat ini masih dikembangkan untuk mengungkap TKP lainnya, sementara tersangka TM (DPO) masih dalam pencarian dan pengejaran petugas,”jelasnya.

  • Bagikan