Pencuri Sepeda Motor Dibekuk saat Jenguk Anak

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Sungkai Selatan–Sepandai – pandainya Tupai melompat akhirnya jatuh juga. Mungkin inilah pepatah yang tepat untuk menggambarkan apa yang dialami Iwan (26), warga Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai‎, Riau.

Meski telah tiga tahun lamanya bersembunyi untuk menghindari penangkapan dari petugas Kepolisian, Iwan yang tersangkut perkara pencurian disertai pemberatan akhirnya diringkus anggota Polsek Sungkai Selatan, Lampung Utara saat sedang menengok anaknya di kediamannya yang berada di SP 4, Way Kanan, Senin (25/1) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Iwan ditangkap saat sedang menengok anaknya di kediaman kerabatnya, di SP 4 Way Kanan. Iwan masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) sejak 3 tahun terakhir,” terang Kapolsek Sungkai Selatan Komisaris Bismark melalui ponselnya, Selasa (26/1).

Tersangka Iwan bersama rekannya yang bernama Deka yang lebih dulu ditangkap pada akhir tahun 2012 telah mencuri sebuah sepeda motor ‎di rumah Hendriyadi (27), warga Desa Sri Agung, Sungkai Jaya, Lampung Utara pada November 2012 silam. Saat itu, motor korban dalam keadaan terparkir dan ditinggal pergi pemiliknya yang menonton hiburan organ tunggal di Desa tersebut.

“Bersama rekannya,  Iwan mengambil motor Honda Supra Fit warna hitam dengan nomor pelat B 6474 CBQ,” urainya.

Penangkapan Iwan sendiri hasil pengembangan dari tersangka Deka yang ditangkap pada bulan Desember 2012 silam. ‎Polisi mengamankan sepeda motor Honda Supra Fit B 674 CBQ milik korban sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman minimal 7 tahun penjara.

“Tersangka akan dijerat pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara,” kata dia.

Di hadapan penyidik, tersangka Iwan menjelaskan peranannya dalam aksi pencurian tersebut. Iwan kebagian tugas mengamati lokasi. Sedangkan rekannya, Deka lah yang berperan sebagai eksekutor dalam pencurian ini. Ia juga mengaku hanya mendapat bagian Rp200 ribu dari hasil penjualan motor tersebut. “Saya kebagian Rp 200 ribu. Setelah itu, saya pergi ke Riau untuk bekerja serabutan disana,” dalih warga Way Kanan yang kini telah berdomisili di Provinsi Riau‎ tersebut.

Loading...
  • Bagikan