Pencuri Sepeda Motor Tersungkur Setelah Ditembak Polisi

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Andika pelaku curanmor saat dibawa petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung untuk ekspos perkara, Selasa (20/10).

BANDARLAMPUNG-Tim Khusus anti bandit (Tekab) 308 Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, meringkus Andika Prayogi (18) seorang remaja pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Polisi menangkap tersangka di daerah Way Kandis, Sukarame, Bandarlampung, pada Rabu(14/10/2015) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka ditangkap ketika sedang nongkrong bersama teman-temnnya di daerah Way Kandis, Sukarame. Pada saat akan ditangkap, tersangka berusaha kabur melarikan diri dan sempat melawan petugas.

“Karena melawan, petugas mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka dengan dua butir timah panas di kakinya,”kata Dery dalam ekspose kasus di Mapolresta Bandarlampung,  Selasa (20/10).

Dery mengutarakan, Tersangka Andika ini merupakan spesialis pelaku pencurian kendaraan bermotor di Kota Bandarlampung. Saat menjalankan aksinya, tersangka bersama satu orang rekannya berinisial In yang saat ini masih buron (DPO).

“Kedua tersangka, mencuri sepeda motor milik temannya sendiri bernama Wahyudi Anwar warga Jagabaya, Bandarlampung, pada Minggu (30/08/2015) lalu. Untuk tersangka In (DPO) masih dalam pencarian petugas dilapangan,”terangnya.

Aksi pencurian yang dilakukan tersangka Andika dan rekannya In, menurut Dery, diperkirakan ada sekitar enam TKP. Tidak menutup kemungkinan, lebih dari enam TKP aksi pencurian yang dilakukan tersangka. Berdasarkan pengakuan dan pemeriksaan, Andika tidak mengakui dan selalu mengatasnamakan rekannya berinisial In (DPO) sebagai eksekutor atau pelaku utamanya.

“Tersangka Andika mengaku hanya sebagai joki atau yang mengantarkan rekannya untuk mengambil sepeda motor. Sepeda motor dari hasil curian, dijual kepada penadahnya dengan harga bervariasi, mulai  Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Ungnya dibagi rata dan uang itu sudah habis digunakan tersangka untuk kebutuhan sehari-hari,”jelasnya.