Beranda News Nusantara Penembakan di Papua, Empat Pekerja di Distrik Yal Berhasil Melarikan Diri

Penembakan di Papua, Empat Pekerja di Distrik Yal Berhasil Melarikan Diri

60
BERBAGI
Ke empat warga yang berhasil meloloskan diri dari Distrik Yal namun bukan merupakan karyawan PT. Istaka Karya( (Foti Tabloidjubi,com/Islami Adisubrata)

TERASLAMPUNG.COM — Empat pekerja pembangunan salah satu kantor kampung dan perumahan kesehatan di Distrik Yal, berhasil meloloskan diri setelah adanya penembakan di gunung Kabo, Distrik Yal, Kabupaten Nduga.

Ke empat pekerja ini memang bukan korban dari penembakan dan juga karyawan PT. Istaka Karya pada 2 Desember 2018, tetapi sesaat setelah adanya penembakan mereka langsung diminta warga untuk melarikan diri.

Salah satu yang berhasil lolos, Paulus Rizal M (30 tahun) mengaku awalnya menyelamatkan diri setelah diberitahukan masyarakat di kampung Kurigi, jika para pekerja jembatan ditangkap oleh kelompok bersenjata dan saat itu pula mereka diminta untuk meninggalkan kampung itu.

“Kami keluar dari kampung Kurigi jam empat sore hari minggu kemarin, kemudian kami tiba di suatu kampung namanya jam delapan malam. Di situ kami bertemu seorang gembala dekat gereja rumahnya dan kami menginap di gereja itu, kata Paulus kepada wartawan di Mapolres Jayawijaya, Jumat (7/12/2018).

Setelah menginap semalam di gereja, besok paginya sekira pukul 05.00 WP subuh, ke empat pekerja itu melanjutkan perjalanan menuju kampung lainya, dimana perjalanan itu pun ditempuh dengan waktu delapan jam.

“Kita jalan kaki lewat hutan, tebing yang curam, sungai dan jembatan yang sangat ekstrim pada 3 Desember 2018. Saat melarikan diri, kami diantar oleh masyarakat saat itu, tetapi masyarakat tidak satu orang saja kami diantar berkelompok-kelompok,” ujarnya.

Hingga akhirnya mereka bisa bertemu salah seorang aparat distrik Mbuyalma, ke empatnya pun diselamatkan dan bermalam di kantor distrik sebelum bertemu petugas keamanan.

Selanjutnya ia berkisah, pada hari Rabunya sekira Pukul 10.00 WP, saat petugas melakukan penyisiran ke gunung Kabo.

“Kita diantar masyarakat bersama kepala distrik ke jalan raya untuk bertemu tim keamanan dan di situ petugas menemui kami,” katanya.

Setelah bertemu dengan tim keamanan, mereka pun diminta menunggu di jalan, lalu aparat gabungan lanjutkan penyisiran ke gunung Kabo.

“Kami sempat menginap di pos Mbua semalam pada hari rabu, setelah itu pada Kamis (6/12/2018) sore kami dibawa menggunakan jalan darat ke Wamena dan tiba jam 12 malam,” ujar dia.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengakui jika ke empat orang tersebut hingga kini masih diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangan.

“Mereka tidak mendapat ancaman langsung dari kelompok bersenjata, tetapi karena mereka mendengar ada ancaman atau tindakan kekerasan dari kelompok itu sehingga mereka dengan sendirinya menghindar dari hal tersebut,” kata Reba.

Ia menjelaskan, ke empat orang ini pun bukan merupakan karyawan dari PT. Istaka Karya melainkan pekerja sosial yang membangun rumah kepala desa dan perumahan kesehatan di Distrik Yal, Nduga.

“Mereka melarikan diri dan diselamatkan oleh beberapa warga di sana, kemudian mereka melarikan diri sampai di distrik Mbua. Tadi malam anggota gabungan baru evakuasi jam Pukul 00.00 dini hari sampai di Wamena,” ujar Reba.

Tabloidjubi.com

Loading...