Penertiban Kabel Serat Optik di Bandarlampung tanpa Pandang Bulu, Kabel Mengganggu Langsung Dipotong

Petugas menggunakan mobil crane milik Dinas Pekerjaan Umum merapikan kabel optik di Jalan Diponegoro Bandarlampung.
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG — Pemkot Bandarlampung kembali menertibkan kabel-kabel serat optik yang mengganggu keindahan kota. Hari ini (23/11) penertiban kabel optik milik pengusaha jasa sambungan internet (provider) itu di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro Bandarlampung.

Operasi penertiban/pemotongan kabel dipimpin oleh Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Permukiman (Perkim) Yustam Effendi. Usai penertiban dia menjelaskan penertiban kabel itu atas atensi Walikota Bandarlampung Eva Dwiana yang ingin kota ini terlihat cantik dan bersih.

“Sebelumnya kami sudah menyurati 17 provider mulai dari himbauan sampai teguran satu hingga tiga. Sayangnya sampai 22 November mereka tidak mengindahkan surat kami itu akhirnya kami lakukan operasi penertiban dengan memutus kabel-kabel yang tidak rapi,” jelasnya di Pemkot Rabu 23 November 2022.

“Kami juga dalam penertiban ini ada payung hukumnya yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 Tahun 2018 tentang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum. Dan ini juga atas atensi bunda (sapaan bagi Walikota Eva Dwiana) beliau ingin kota ini terlihat cantik juga indah,” tambahnya.

Yustam Effendi menegaskan, operasi pemotongan kabel optik milik provider bukan berarti Pemkot anti investasi tapi sangat mendukung. Namun dia meminta provider dalam menarik dan memasang kabel jangan melupakan nilai estetika keindahan Kota Bandarlampung.

“Kami¬† sangat mendukung kok pengusaha jasa internet apa lagi kemarin saat pandemi dimana para pelajar harus belajar daring. Yang kita pinta dalam pemasangan kabel itu yang dikerjakan oleh pihak ke tiga mbok ya diawasi jangan semrawut gitu,” ungkap mantan camat Sukabumi itu.

“Kami juga dalam penertiban itu tidak pandang-pandang, artinya gini siapapun pemiliknya tapi sisa kabelnya diletakkan sembarang, mengganggu keindahan, kami potong,” tegasnya.

Saat ditanyakan, dengan adanya operasi penertiban kabel serat optik itu akan mengganggu masyarakat pemakai internet. Yustam Effendi menjamin selama operasi ini berjalan internet masyarakat tetap berjalan normal.

“Yang kami potong itu kan kabel sisa milik provider kalau pun terganggu provider tinggal menyambung saja. Nah, pada saat penyambungan itu kita harapkan sekalian kabelnya dirapikan, jangan kami lagi,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kesemrawutan kabel optik plus tiangnya. Ke depan Pemkot akan membuat regulasi tentang pemasangan kabel optik milik pengusaha jasa internet dengan menggunakan tiang bersama.

“Ada banyak provider yang mengajukan atau meminta rekomendasi tapi kami tolak dahulu karena coba kawan-kawan liat kalau setiap provider punya tiang sendiri kelihatannya seperti pohon bambu. Kami sedang menggodok aturan bisa Peraturan Walikota (Perwali) dimana tidak ada lagi setiap provider memasang tiang masing-masing tapi cukup satu tiang menjadi tiang bersama,” katanya.

Dari pantauan teraslampung.com beberapa kabel optik di sepanjang jalan Diponegoro itu ada yang menjuntai ke jalan, ada juga kabel yang sisa kemudian digulung di atas tiang. Kabel-kabel tersebut dipotong kemudian dirapihkan menggunakan mobil crane milik Dinas Pekerjaan Umum.

Kabel-kabel yang dipotong dikumpulkan di mobil pick up untuk dibawa ke kantor Pol PP dan salah satu kabel yang terkena potong tersebut bertuliskan PLN.

Dandy Ibrahim