Beranda News Pilgub Lampung Penetapan Cagub-Cawagub Lampung, KPU Ketat Tetapi Tidak Adil

Penetapan Cagub-Cawagub Lampung, KPU Ketat Tetapi Tidak Adil

115
BERBAGI
Mobil Polda Lampung disiapkan di depan Kantor KPU Lampung, Senin siang (12/2/2018).

Dandy Ibrahim| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Penjagaan kantor KPU Lampung di Jl.Gajahmada yang ketat pada saat acara pengumuman penetapan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub), Senin siang (12/2/2018)  patut diapreasiasi. Tamu yang tidak membawa ID Card dari KPU tidak bisa masuk.

Akibatnya, beberapa pejabat teras parpol pengusung kandidat pun tidak masuk ke ruangan untuk mengikuti jalannya acara.

Yandri Nazir, petinggi Partai Demokrat Lampung yang dikenal sebagai orang dekat petahana Ridho Ficardo, misalnya, tidak bisa masuk ke ruang acara karena tidak mendapatkan ID Card kPU.

“Maaf Pak, SOP-nya (maksudnya prosedur operasional standar atau standard operational procedure–Red.) yang bisa masuk adala yang bisa menunjukkan Id card yang dikeluarkan KPU,” kata seorang polisi yang menjaga gerbang KPU Lampung.

Hal serupa juga dialamiFerry Susanto Arsyad, wartawan yang kini menjadi Wakil Ketua Bidang Infokom Partai Hanura Lampung.

Fery datang ke kantor KPU Lampung karena diperintahkan Ketua Hanura Lampung. Namun, Ferry tidak mendapatkan id card dari KPU sehingga ia pun harus menunggu di luar gerbang.

“Saya ini diperintah ketua untuk menghadiri acara ini. Kalau nggak bisa masuk ya ngobrol – ngobrol sama wartawan saja di luar,” ujar Ferry.

Meski penjagaaan ketat dan tamu yang bisa masuk ke kantor KPU ‘disortir’, tetapi ada fakta bahwa KPU Lampung tidak adil. Buktinya, mantan Bupati Tulangbawang, Hanan Razak, bisa mulus melenggang masuk ke kantor KPU Lampung tanpa  harus memperlihatkan undangan dan id card.