Pengakuan Operator Kafe: “Saya Konsumsi Sabu buat Doping agar Nggak Ngantuk”

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Hendrik Azahri (36) mengaku mengonsumsi sabu agar tidak mengantuk saat kerja malam.

BANDARLAMPUNG-Hendrik Azhari (36) operator Kafe Pantai Harapan Panjang, Bandarlampung, yang ditangkap polisi saat sedang mengkonsumsi sabu-sabu dilantai dua rumahnya, menurut pengakuan Hendrik barang haram tersebut dibeli tersangka dari Mbak Jawa mantan Pemandu Lagu (PL) di Kafe Pantai Harapan Panjang.

Menurut pengakuan Hendrik, sabu-sabu yang sedang dikonsumsinya dan disita polisi dari rumahnya tersebut hanya untuk dipakai sendiri, tidak untuk dijual kembali. Sabu-sabu itu, dipakai untuk doping supaya tidak mengantuk saat kerja.

“Saya ini kan kerja sebagai operator Kafe di Pantai Harapan Panjang. Kerja di kafe itu kan sampai larut malam bahkan sampai dinihari. Jadi kalau nggak pakai sabu, bawaannya ngantuk terus gak fit dan kerasa gak enak di badan,”ucap Hendrik dihadapan polisi dan awak media, Senin
(9/11).

Dikatakannya, ia mengkonsumsi dan kecanduan sabu-sabu, sejak empat bulan terakhir ini sejak ia bekerja jadi operatork kafe. Sabu-sabu itu, ia membelinya dari ‘Mbak Jawa’ yang dulunya sebagai Pemandu Lagu (PL) di kafe tempat ia bekerja.

“Satu paket sabu, saya beli seharga Rp 350 ribu sampai Rp 500 Ribu. Untuk menghilangkan lelah pulang kerja, sabu itu saya pakai di rumah. Terkadang juga, saya pakainya di kafe sama para Pemandu Lagu tapi setelah beres kerjaan,”ungkapnya.

Kanit I Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Iptu Herlan Arfa mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan, petugas saat ini masih memburu Pemandu Lagu dengan sebutan mbak jawa sebagai pemasok sabu kepada  tersangka Hendrik.

“Untuk PL pemasok sabu, kita sudah dapatkan ciri-ciri, identitas aslinya dan tempat tinggalnya. Tinggal tunggu saja, mudah-mudahan tersangka yang biasa di panggil ‘Mbak Jawa’ ini secepatnya
tertangkap,”ujarnya.

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, menangkap Hendrik Azahri (36) dirumahnya di Jalan Kp. Rawalaut, Kelurahan Panjang Selatan, Rabu (4/11) lalu sekira pukul 15.30 WIB.

Dari penangkapan tersangka Hendrik, polisi menyita satu paket kecil sabu-sabu, seperangkat alat isap (bong), satu buah pipet plastik dan dua buah korek api gas.