Beranda Views Kisah Lain Pengakuan Yy: “Saya Bekerja Cari Duit!”

Pengakuan Yy: “Saya Bekerja Cari Duit!”

654
BERBAGI
Ilustrasi
Tempat hiburan malam (ilustrasi/dok)

Yy (22 tahun) adalah bos jablay ABG yang sangat dikenal oleh para satpam hotel menengah dan melati di lingkungan Mangga Besar dan  Senen, Jakarta Pusat Agak susah mencari informasi tentang dia dari para satpam karena pada tiap satpam dia memberi nama dan nomor handphone yang berbeda.

Yy memulai pekerjaanya sebagai jablay sejak kelas dua SMP. Ayahnya kerja di sebuah pabrik sebagai mandor yang membawahi sekitar sebelas orang pekerja. Ibunya bekerja di rumah menjahit baju yang merupakan pekerjaan borongan dari pabrik konveksi. Ia anak kedua dari lima bersaudara. Kakak lelakinya kini sudah bekerja di sebuah restoran cepat saji sebagai supervisor setelah menyelesaikan D3 Akutansi di sebuah perguruan tinggi swasta. Tiga adiknya perempuan semua dan masih sekolah.

Yy berasal dari keluarga yang berkecukupan. Rumahnya tergolong besar dengan peralatan lengkap seperti televisi layar datar, kulkas, komputer, dan pendingin ruangan. Ayahnya pergi dan pulang  kerja menggunakan Toyota Avanza menyetir sendiri. Selain sekolah, adiknya yang kini naik kelas tiga SMA mengikuti bimbingan tes di tempat yang tergolong mahal. Ada tiga motor di rumahnya. Ayah ibunya sudah menjalankan ibadah haji.

Mengapa Yy sampai menjadi jablay sejak SMP dan kini menjadi kakak bagi para jablay?

Yy mengakui sepenuhnya karena pergaulan. Ia dididik di sekolah berbasis agama sejak SD sampai SMK. Jadi tiap hari di sekolah ia menggunakan jilbab. Di rumah jilbabnya dibuka. Ia juga mengikuti pengajian pada sore hari sejak SD. Jadi, dia faham agama. Di rumah mereka sering melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Bila ayahnya lembur dan pulang malam, yang menjadi imam adalah kakaknya. Biasanya mereka membaca Al Quran setelah maghrib, juga bersama-sama. Semua penjelasan ini dibenarkan oleh adik Yy yang kini sudah SMA.

Yy mengakui ayah ibunya sangat perhatian pada anak-anaknya termasuk dirinya. Keperluan sekolah dan jajanan seharian sangat diperhatikan. Akhir pekan mereka sekeluarga sering jalan-jalan bersama. Ayahnya suka mancing. Mereka pergi berlibur ke rumah pamannya di Bogor ke arah Leuwiliang. Pamannya memiliki empang. Mereka semua senang memancing karena sering ikutan ayahnya mancing.

Terkadang mereka pergi ke Puncak atau ke mal-mal di Jakarta untuk makan bersama. Jika ke Bogor atau ke Puncak pasti menginap. Komunikasi dan interaksi berjalan dengan baik. Yy juga sangat dekat dengan ibunya. Ia tak sungkan membicarakan apapun dengan ibunya, termasuk soal lelaki dan pacaran. Ibunya sangat terbuka dan lebih bersikap sebagai teman.

Yy sering berkumpul bersama teman-teman sepulang sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Terutama yang bersifat hitung-hitungan dan bahasa Inggris. Yy memang merasa lemah dalam dua mata pelajaran ini. Pada mulanya berkumpul bersama memang untuk belajar, apalagi menjelang ujian. Lama kelamaan kumpul bersama semakin sering dan waktu berkumpul semakin panjang. Ibunya percaya bahwa Yy benar-benar belajar karena Yy selalu menunjukkan hasil belajar bersama.

Saat belajar bersama itulah Yy mulai mengikuti teman-temannya menjelajahi rasa ingin tahu. Mereka benar-benar belajar menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cepat. Kemudian berselancar di internet untuk mendapatkan beragam kesenangan dan mejelajahi semua hal yang menarik anak remaja awal.

Mereka mulai dengan membandingkan kecantikan para artis, menelusuri cerita hidup mereka, dan beragam gosip tentang kehidupan miring para artis, terutama hubungan para artis dengan para lelaki. Kisah percintaan para artis sangat menarik perhatian mereka.

Kisah-kisah percintaan para artis ini membawa mereka menjelajah lebih jauh sampai akhirnya membuka situs-situs yang menyajikan artis terkenal tidak menggunakan busana. Pencarian berlanjut ke situs-situs yang semakin porno. Mereka mulai membuka situs seks di twitter yang menyajikan sejumlah ABG yang memamerkan bagian rahasia tubuh mereka. Pastilah pada mulanya mereka melihatnya dalam percandaan dan membandingkannya dengan bagian yang sama dengan tubuh mereka sendiri.

Menurut Yy, ajakan untuk berinternet ria itu datang dari temannya Sh yang menyediakan rumahnya sebagai tempat ngumpul. Kedua orang tua Sh bekerja. Ia anak satu-satunya dan di rumah bersama pembantu sampai malam. Yy bilang temannya itu sudah dewasa banget, ia mengerti banyak hal tentang hubungan perempuan dan lelaki. Setiap kali melihat gambar porno, ia memberi komentar yang heboh dan bisa cerita macem-macem.

Akhirnya Yy dan teman-temannya tahu bahwa teman Sh sudah pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya, siswa SMA tetangga sebelah rumahnya. Hubungan badan itu dilakukan di rumah ini karena tidak ada ayah ibunya dan pembantunya sibuk menyeterika atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Karena rumahnya cukup besar dan banyak kamar, jadi sang pembantu tidak pernah tahu apa yang dikerjakan Sh.

Rupanya teman Yy itu sudah terbiasa melakukannya. Karena itu jika melihat foto-foto bugil di internet termasuk foto perempuan-lelaki yang berhubungan badan, ia fasih menjelaskan macam-macam rincian. Yy mengaku semua penjelasan temannya itu justru membuatnya penasaran. Ada rasa ingin tahu yang mulai mengganggu fikirannya. Ia ingin tahu lebih banyak, lebih dalam, lebih rinci.

Ir (20 tahun) teman Yy yang dulu ikutan bergabung belajar bersama membenarkan cerita Yy. Ir lebih lanjut menjelaskan temannya itu sering mengajak mereka untuk mencoba-coba berpetualang seperti dirinya. Pada mulanya mereka takut dan malu. Sh kemudian mulai mengajarkan cara berciuman. Mereka kemudian coba-coba lakukan hubungan sejenis dengan saling meraba bagian-bagian tubuh yang sensitif. Yy dan Ir mengakui mereka kemudian melakukan ‘asyik sendiri’ istilah pengganti masturbasi. Kemudian saling membantu dengan cara saling merangsang teman. Bersama-sama mereka mencari video di internet tentang para wanita yang ‘asyik sendiri’.

Dari internet mereka belajar memanfaatkan kondom diisi air yang  digunakan sebagai alat peraga. Beragam pelajaran mereka dapat dari internet. Yy semakin penasaran, kemudian mulai berani mengajak lelaki yang dekat padanya, ia mengistilahkan pacar-pacaran, untuk jalan-jalan ke mal yang dekat dengan rumahnya. Mereka tidak berduaan, tetapi bersama Sh dan Ir serta beberapa teman lain.

Menutut Yy, Sh mau mengajari bagaimana menaklukkan laki-laki.  Laki-laki harus diuji, kata Sh. Dalam pertemuan di resto cepat saji itu, pacar-pacarannya Yy terus digoda oleh Yy dan teman-temannya. Sh bilang tu cowok bisa “dikerjain”. Cobain aja, tantang Sh.

Setelah pertemuan itu Yy dan kawan-kawan makin kerap berkumpul di rumah Sh dan melakukan hubungan seksual sejenis sambil menonton video dari internet. Semuanya dengan bebas dilakukan di kamar Sh. Sh terus mendorong untuk mencoba hubungan dengan lelaki seperti yang biasa dia lakukan dengan pacarnya.

Akhirnya pacar-pacaran Yy diajak ke rumah Sh. Saat itulah Yy pertama kali melakukan hubungan badan. Meski sakit dan tidak senikmat yang dibayangkan, Sh dan Yy serta teman-temannya merayakan keberanian Yy melakukannya. Karena penasaran Yy mengulanginya beberapa kali. Dari internet juga mereka belajar bagaimana caranya agar terhindar dari kehamilan. Yy mengaku dia sangat menikmati dan menyukai hubungan badan dengan lelaki.

Empat bulan setelah kejadian pertama itu, Yy diajak teman lain yang berasal dari sekolahnya untuk ke diskotik Today Country di Lokasari. Yy mau karena diskotik itu buka pada siang hari. Tiga kali datang, Yy hanya ikutan minum dan joget. Ia diperkenalkan pada sejumlah om-om yang memang sangat banyak jumlahnya di tempat itu.

Akhirnya pada kedatangannya yang keenam kali ia mau menerima tawaran temannya untuk “acaraan” dengan lelaki ganteng berusia tiga puluhan dengan bayaran tinggi. Rupanya Yy menyukai lelaki itu. Mereka jadi sering ketemuan dan melakukan hubungan badan. Yy jadi jablay dan kenal dengan Mami Si.

Agar tidak mendatangkan kecurigaan keluarga, terutama ibunya, Yy menyediakan waktu yang terbatas bertemu tamu, dan sangat memilih tamu. Dia memang cantik jadi bisa memilih. Sejauh ini dia hanya berhubungan dengan tiga lelaki atau tamu secara bergantian. Yy juga berhasil mengajak Sh ikutan jadi jablay. Setahun kemudian Yy juga berhasil mengajak Ir yang sudah diperawani cowoknya. Yy disukai Mami karena bisa cepat membawa teman baru untuk ikutan jadi jablay. Sh tidak lama jadi jablay karena saat kelas satu SMK ia hamil, diduga dengan cowok barunya. Ia menikah. Beberapa bulan setelah anaknya lahir, langsung bercerai. Tampaknya pernikahan itu hanya untuk menunjukkan bayi itu ada bapaknya. Kini Sh bekerja sebagai SPG di toko kosmetik di mal besar di Grogol. Terkadang Yy menawarinya tamu. Sh biasanya mau.

Sejak masuk SMK, Yy memiliki waktu lebih banyak untuk praktik jadi jablay. Macam-macam alasan bisa dibuat seperti ada tugas observasi ke pasar, kantor dan sejumlah alasan lain.

Yy banyak belajar dari Mami Si. Ia bisa mengajak banyak ABG untuk ikutan dan bisa mendapat banyak tamu. Yy memiliki banyak pelanggan orang luar Jawa. Kebanyakan mereka pejabat menengah di daerah, anggota dewan daerah dan pengusaha. Orang-orang itu secara rutin menginap di hotel-hotel menengah di sekitar Mangga Besar dan Senen.

Seringkali sebelum datang ke Jakarta mereka sudah pesan pada Yy. Mereka juga membawa teman-teman yang membutuhkan jasa Yy mencarikan anak baru. Yy menjalankan dua peran sekaligus, menjadi jablay dan kakak jablay atau bos para jablay.

Para satpam hotel juga makin banyak yang menghubungi Yy jika ada pesanan dari tamu hotel. Yy menjadi sangat populer di kalangan para tamu dari daerah. Juga para satpam sejumlah hotel.

Yy akan menjadi semakin sibuk jika ada acara lokakarya, atau berbagai pengarahan yang melibatkan orang daerah. Ada saja oknum panitia yang bekerja sama dengan Yy untuk menyediakan ABG sekaligus hotel. Karena mereka tidak mau melakukan transaksi di hotel tempat berlangsungnya acara. Yy membuat beragam paket untuk tamu-tamu daerah itu. Paket hemat hanya menyediakan ABG, paket lengkap adalah ABG plus hotel, paket super adalah beberapa ABG dan hotel.

Di ponsel Yy ada ratusan foto ABG yang bisa dikirimkan kepada para tamu. Yy juga memberi keterangan ABGnya bisa melakukan layanan apa saja. Yy bilang layanannya paling murah lima ratus ribu untuk satu ABG. Ini harga bersih yang diterima ABG, tentu harga pada tamu lebih besar dari itu. Karena Yy harus mendapat bagian. Harga ABG sangat tergantung usia, kecantikan dan penampilan. ABG yang ada di bawah kendali Yy semuanya cantik-cantik. Semuanya masih sekolah, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat.

Yy juga sering muncul di sebuah mal di Senen. Di mal itu juga banyak orang daerah yang nongkrong mencari ABG. Mereka pada umumnya menginap di hotel-hotel sekitar Senen. Biasanya sekitar pukul 14 ia sudah di mal itu. Tidak setiap hari, dan tidak pernah lama. Terkadang hanya mengantar ABG kepada tamu yang sudah menunggu.

Yy pernah memiliki pengalaman menarik. Saat itu ada pertemuan besar di Taman Mini. Beberapa supir taksi yang menjadi bagian dari jaringan Yy memintanya mencarikan ABG sekaligus hotel. Harus jauh dari Taman Mini. Bagi Yy pengalaman ini menarik karena para tamunya tampak agak berbeda dengan banyak orang daerah yang selama ini dilayaninya. Mereka tampak agak canggung, sangat hati-hati dan terkesan “agak ngampung”, kata Yy. Belakangan dari supir taksi Yy tahu bahwa mereka rombongan yang sedang mengikuti acara yang ada hubungannya dengan agama. Sama ABG, banyakan lelaki doyan, biar dikata ngerti banget ama agama, tegas Yy.

Karena berhubungan dengan banyak orang dari berbagai daerah, Yy belajar untuk mengenali dan memahami selera, kesukaan dan kecenderungan mereka dalam memilih ABG dan permintaan layanan. Yy sangat senang dan memang fokus melayani mereka karena pada umumnya mereka sangat royal mengeluarkan uang. Bila suka dengan ABG yang dipesan, mereka sering mengajak ABGnya dan Yy belanja-belanja pakaian, tas, sepatu, bahkan handphone mahal.

Ada seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia tengah yang setiap dua minggu minta dicarikan ABG baru, minimal dua sekaligus. Pengusaha itu sangat sering belanja-belanja dengan para ABG dan Yy. Dia pernah mengajak Yy dan dua ABG yang dibawa Yy liburan seminggu ke Bali.

Ada juga seorang pejabat dari Indonesia Timur yang membawa Yy dan dua ABG bawaan Yy tiga hari ke Batam. Yy bilang jalan-jalan itu dilakukan saat liburan sekolah. Ngakunya ke otang tua pergi sama teman-teman sekolah ke Jogja. Untuk meyakinkan orang tuanya, Yy merekayasa foto di studio foto sebagai bukti dia pergi ke Jogja.

Yy semakin pintar mengatur jadwal agar sekolah tidak terganggu dan keluarganya tidak tahu aktivitasnya sebagai jablay. Ia mengaku sangat sulit menyembunyikan pekerjaannya ini. Ia sering diliputi rasa was-was dan takut.

Karena itu ia tidak mau bekerja sama dengan sejumlah ABG yang tinggal di sekitar pemukimannya. Ia takut jika sedang tidak baikan nanti rahasinya dibongkar. Di sekolahnya pun ia sangat hati-hati dalam merekrut ABG baru. Ia lebih banyak bekerja dengan ABG dari sekolah dan pemukiman yang jauh dari rumahnya.

Yy bilang, tamu-tamu dari daerah itu tahu tentang dirinya dari mulut ke mulut, juga dari para satpam hotel. Nama Yy sohor karena ia jujur dan tidak suka meminta macam-macam. Hampir semua pesanan bisa dipenuhinya. Yy merasa senang bisa lakukan pekerjaan ini dengan baik. Suatu kali ia bilang, saya memang kerja keras, saya bekerja cari duit. Rupanya ia ingin hidup mandiri.

Ia sudah bercerita pada ibunya bahwa ia dan kawan-kawan sekolahnya patungan menjual berbagai asesori handphone dan pulsa elektrik di sekolah dan di rumah. Ia juga menjual berbagai asesori dan perhiasaan murah yang biasa digunakan anak-anak sekolah. Ayah ibunya bangga karena Yy mau berusaha. Yy belanja barang-barang itu di Pasar Pagi Petak Sembilan di depan Glodok.

Sebelum waktunya magang resmi dari sekolah, Yy mengaku sudah magang di sebuah super market di daerah Harmoni. Rupanya ada temannya yang bekerja di tempat itu. Jadi, keluarganya tidak curiga bila ia pulang menjelang maghrib atau sesudah maghrib. Memang Yy tidak pernah melayani tamu pada malam hari. Yy juga menjaga penampilan sehingga tetap kelihatan sopan dalam berpakaian. Ia sungguh menjaga sikapnya agar tidak ketahuan bahwa ia telah jadi jablay.

Di rumah ia tidak pernah tunjukkan handphonenya yang mahal. Bila tiba di rumah ia benar-benar berkumpul dengan keluarga. Tidak pernah bertandang ke tetangga. Malam hari selesai shalat maghrib atau isya mereka bersama-sama membaca Al Quran. Yy sering menghabiskan waktu mengajari adiknya pelajaran-pelajaran sekolah. Ia sungguh menunjukkan sebagai anak yang baik dan taat. Ia juga sering belajar bersama adik-adiknya. Ia sama sekali tidak pernah menerima panggilan handphone atau sms jika sedang berkumpul bersama keluarga.

Yy sangat menjaga agar keluarganya jangan sampai tahu. Pasti akan membuat mereka sangat marah dan malu. Apalagi selama ini dia mendapat perhatian dan uang yang cukup untuk berbagai keperluannya sebagai anak wamita remaja. Apapun yang diinginkannya selalu dibelikan. Saat ia minta dibelikan laptop, ayahnya membelikannya. Ia sekolah juga menggunakan motor yang dibeli dalam keadaan baru, bukan motor bekas.

Meski bermaksud mengumpulkan uang agar bisa hidup mandiri, sebenarnya ia memilih menjadi jablay dan tetap meneruskannya sampai kini karena ia memang ketagihan melakukan hubungan badan. Katanya suka terganggu jika tidak melakukannya lebih dari tiga hari. Suka bengong dan badan rasanya gak enak, keluhnya. Ia mengakui sangat terpengaruh dengan apa yang biasa ditontonnya bersama Sh dan kawan-kawannya di internet. Mulanya memang ingin tahu, jadi kebiasaan, sekarang ketagihan.

Sekarang pun ia masih rajin mencari film porno di internet. Belajar macam-macam gaya dalam melakukan hubungan. Sebab tamu-tamu dari daerah memang suka dengan pelayanan ekstra. Maksudnya yang tidak biasa-biasa saja.

Yy mengaku bila mau dan mampu melakukan berbagai gaya dan servis maka bayarannya naik berkali-kali lipat. Yy dan para jablay ABG itu memang sangat berharap memiliki langganan tetap yang baik hati dengan membayar lebih tinggi dari harga normal. Biasanya tamu akan ketagihan dan terus mengajak ketemuan bila mau memenuhi semua permintaannya. Yy ternyata merasa sangat senang bila dapat melakukannya lebih sering dengan banyak variasi gaya. Oleh sebab itu bersama teman-temannya Yy sering ke Glodok mencari video porno. Sebab kadang di internet sudah diblokir, tidak bisa dibuka.

Selama beberapa tahun melayani tamu yang berasal dari luar Jawa, Yy dan kawan-kawannya semakin banyak belajar dari video porno. Sebab para tamunya itu memang senang dan akan merekomendasikan para ABG ini pada teman-temannya yang lain. Dengan cara seperti inilah pelanggan Yy dan teman-temannya bertahan dan bertambah terus. Promosi dari mulut ke mulut. Jadi, orang luar Jawa itu tampaknya sudah saling tahu bahwa bila ke Jakarta mereka memang suka mencari ABG.

Yy pernah bilang bahwa para tamu dan langganannya itu mencari ABG bila ke Jakarta karena kalau di daerah sendiri taku ketahuan. Mereka kan para pejabat. Bisa heboh di daerahnya jika sampai ketahuan. Yy bilang para tamunya itu lebih takut pada tetangga dan teman daripada pada Tuhan. Tamunya bilang, meski Tuhan tahu apa yang mereka lakukan di Jakarta, Tuhan kan gak bakalan cerita ke mana-mana. Tetapi bila ketahuan sama tetangga atau teman, pasti cerita ke mana-mana. Nah, itu yang bisa bikin hancur jabatan. Yy bilang, ucapan itu didapatnya dari para tamunnya tersebut.

Tidak sedikit para tamunya itu yang mencari ABG yang mau melakukan anal seks. Yy mengaku tidak banyak ABG yang mau melakukannya meskipun bayarannya mahal. Mereka takut. Katanya, ABG yang sudah pernah lakukan pada kesakitan dan nyeri berhari-hari. Juga suka sakit jika buang air besar. Badan sampai meriang. Oleh karena itu kebanyakan ABG tidak berani dan tidak mau.

Permintaan yang paling banyak adalah melakukan hubungan dengan lebih dari satu ABG. Kebanyakan memesan ABG yang masih SMP. Sekarang tidak susah mencarinya. Kapan pun dibutuhkan segera bisa dicarikan. Apalagi bila akhir pekan Jumat, Sabtu, dan Minggu. Malam minggu banyak anak SMP berkeliaran ke diskotik. Kebanyakan mereka mau bila diajak “acaraan”‘, yang penting bayarannya cocok.

Cewek kuliahan tidak laku bagi para tamu dari luar Jawa ini. Mereka selalu meminta cewek yang umurnya di bawah dua puluh tahun. Jadi antara 14 sampai 19 tahun. Mereka mau yang usianya lebih dari 20 bila ceweknya cantik dan seksi. Mereka jarang mau dengan cewek yang usianya di atas 20 tahun. Sudah bukan ABG, katanya.

Mereka sudah tahu bahwa banyak ABG yang bisa dipesan melaui kakak seperti Yy dan satpam hotel. Mereka tidak mau dengan cewek yang berkeliaran di sekitar hotel. Padahal di sekitar hotel banyak cewek yang mejeng atau mencari tamu. Mereka banyak yang cantik dan juga masih muda. Tetapi para tamu tahu mereka tiap malam mejeng. Jadi pasti sering dipake atau melayani tamu. Kebanyakan mereka juga cerewet, suka buru-buru.

ABG yang masih sekolah tidak pernah mejeng atau sengaja mencari tamu. Mereka baru ketemu tamu bila ada panggilan. Jadi mereka tidak sering melayani tamu. Oleh karena itu para tamu lebih suka pada ABG yang masih sekolah. Memang ABG yang masih sekolah tidak terlalu sering bertemu tamu. Paling-paling ya di akhir pekan. Mereka tidak mau sering-sering ketemu tamu. Bila dapat tamu dan diberi uang banyak ya udah, pada belanja atau makan-makan. Belum tentu mereka mau dipanggil lagi. Kebanyakan mereka ogah-ogahan bila sering-sering dipanggil.

Memang ada ABG yang senang bila dapat banyak tamu, tetapi biasanya pada akhir pekan mereka tidak mau lebih dari tiga orang tamu. Mereka bilang capek dan takut kena penyakit bila sering berhubungan. Beberapa ABG kapok terlalu banyak melakukan hubungan karena kemaluannya jadi lecet atau terluka dan menjadi gangguan berhari-hari. Kondis inilah yang membuat para kakak seperti Yy selalu beruasa mencari ABG baru. Mami Si dan Ch mengakui memang kebanyakan ABG ogah berhubungan dengan banyak tamu dalam waktu yang singkat. Kebanyakan hanya mau tiga kali pada akhir pekan.

Sebagaimana Ch, Yy juga membenarkan hanya beberapa ABG yang senang bila dapat banyak panggilan atau melayani tamu. Biasanya ABG yang sudah tidak tinggal bersama orang tuanya. Tinggal di kos-kosan, hidup bebas, dan pada umumnya sudah terkena narkoba. Mereka butuh uang untuk hidup, bergaya, pesta, dan narkoba. Yy mengakui, belakangan ini jumlah ABG seperti terus bertambah. Ciri utama mereka adalah pakaiannya sangat seksi, menunjukkan bagian dalam tubuh terutama paha dan sebagaian payudara. Semua mereka memiliki banyak tato di bagian badannya. Mereka suka pamerkan tatonya, karena itu menggunakan baju yang terbuka.

ABG jenis inilah yang menghancurkan pasaran, harga dan gengsi para jablay ABG. Sebab mereka suka banting harga bila sudah bokek dan butuh narkoba. Karena itu mereka sering disebut jablay anjing. Kebanyakan membiayai cowok pengangguuran sebagai pacarnya. Mereka suka bikin pesta seks dengan cowok dan kawan-kawannya. Banyak di antara mereka yang terkena penyakit kelamin, sudah ada yang terkena HIV, dan banyak yang tewas karena overdosis narkoba.

Tamu-tamu dari luar Jawa tidak suka pada mereka, meski banyak yang cantik dan trendy. Mereka sangat resek dan belagu, sangat menyusahkan tamu. Ada yang berurusan dengan polisi karena mencuri uang dan barang-barang tamu. Jablay ABG yang tidak seperti mereka tidak suka dengan mereka. Jablay anjing itu suka mabok. Bila berkumpul dengan teman-temannya suka teriak-teriak seperti orang gila. Kalau pulang dari diskotik pagi-pagi tampilannya parah. Ada yang gak nyadar payudaranya kelihatan. Mereka begitu karena pada mabok obat. Mereka kebanyakan budak narkoba. Ada juga tamu yang suka dengan mereka, karena kalau mabok mereka melakukan hubungan badan seperti binatang, ngapain aja mau. Jijik bangetlah, kata Yy.

Yy menjelaskan kebanyakan jablay ABG yang baik-baik, yang normal, tidak saling bermusuhan. Karena para kakaknya saling kenal. Lebih banyak yang bekerja sama melayani dan mencari tamu daripada ribut karena rebutan tamu. Yy bilang, sesama kakak biasa tukaran anak buah supaya bisa bilang pada tamu ada anak baru. Kadang-kadang dibilang baru, rupanya tamunya sudah pernah. Kita cari yang lain lagi. Karena itu para kakak lebih banyak yang kerja sama. Kan sama-sama cari duit, ngapain ribut, jelas Yy. Paling-paling cemburuan soal tampilan dan dandanan.

Yy membenarkan Ch tentang adanya tamu yang doyan dengan ABG hamil. Kadang susah mencarinya. Sejak ada permintaan ABG hamil, para kakak rajin mencari ABG yang hamil di luar nikah. Biasanya mereka mau bila ditawari tamu. Bayarannya lebih mahal. Bila ABG hamil itu cakep, bisa lebih dari dua kali lipat ABG biasa bayarannya.

Sekarang ini persaingan makin seru. Banyak ABG amoy jadi jablay. Mereka cakep dan putih-putih. Harga mereka lebih mahal dan pilih-pilih tamu. Tamu-tamu dari Indonesia Timur paling suka pada mereka. Tetapi mereka jarang yang mau, katanya takut.

Yy bilang ABG yang dikelolanya ada tiga orang amoy. Tamu sering komplain karena mereka biasanya maunya buru-buru, kurang sabar. Karena itu banyak tamu yang kapok.

Ada dua pelanggan Yy yang memberi penjelasan mengapa mereka suka bekerjasama dengan Yy. Yy ramah, sabar, dan baik. Dia bisa penuhi semua permintaan. Dia tidak banyak tingkah. Kalau kesepakatan sudah dibuat soal harga, dia tidak pernah minta tambahan. Kalau yang lain masih minta ini-itu, bikin pusing saja.

Yy memberi kebebasan pada ABG yang dibawanya untuk berhubungan sendiri dengan tamu. Tidak harus melalui dia. Kakak yang lain tidak begitu. Kadang-kadang suka ikut menunggu di kamar mandi untuk menjaga anak buahnya. Jadi kurang nyaman dan tidak bebas.

Yy sangat hati-hati. Dia tidak pernah memberi kepada tamu ABG yang jorok dan sudah punya anak. Dia suka periksa dan jaga anak buahnya. Dia sampai periksa bau mulut dan kemaluan anak buahnya. Para ABG itu yang jelaskan.

Kalau ada ABG yang kurang baik, Yy mau minta maaf dan biasanya ABGnya tidak lagi diberi kesempatan diberi tamu, disuruh cari tamu sendiri. Yy itu profesional dan baik. Dia menyenangkan, kata salah seorang pelanggan.

Kedua tamu itu juga menjelaskan mengapa mereka senang pada ABG. Mereka butuh hiburan karena stres akibat pekerjaan yang berat. Dengan ABG itu menyenangkan karena mereka lucu, lugu, cantik dan masih muda. Lebih mudah membangkitkan gairah karena tubuhnya masih mulus dan padat. Mereka juga penurut. Enak diajak bicara. Ada rasa perkasa jika berhubungan dengan mereka. Mungkin ini cara untuk yakinkan diri sendiri bahwa kita masih kuat. Padahal sudah payah. Mereka bisa bangkitkan semangat.

Saat ditanya apakah tidak ada rasa bersalah karena membuat para ABG itu menjadi seperti ini. Mereka hanya diam dan matanya melihat kejauhan.

Yy bilang, para tamu itu mencari hiburan dan kesenangan karena punya banyak duit, dan ABG butuh duit mereka. Kami bekerja untuk cari duit, tegasnya.

Satpam hotel menjelasakan para ABG itu sebenarnya cuma korban. Korban zaman edan. Kebanyakan ABG itu bukan anak orang miskin. Mereka seperti itu karena bingung. Sekolah sulit, setelah tamat sekolah, cari kerja lebih sulit lagi. Jangankan ABG, kita aja sering mumet hidup di zaman edan ini, tegas pak satpam. (Nusa Putra)

Sumber: paknusa.blogspot.com

Loading...