Beranda Views Suara Publik Pengalaman Buruk di Tol Laut Panjang-Priok: Kami Kapok Naik Kapal Mutiara Sentosa...

Pengalaman Buruk di Tol Laut Panjang-Priok: Kami Kapok Naik Kapal Mutiara Sentosa III

16324
BERBAGI
Ruang Kelas Bisnis KM Mutiara III yang panas

Sabtu, 25 Juni 2015, dengan maksud mencoba fasilitas tol laut (dengan kapal mewah) jurusan Pelabuhan Panjang-Tanjungpriok, saya dan keluarga memberanikan diri mencoba perjalanan ini. Impian saya, enak sekali ke Jakarta jika bisa membawa kendaraan sendiri dan ongkang-ongkang kaki di kapal dalam waktu 8 jam sudah tiba di Tanjungpriok.

Mula-mula saya kesulitan mencari tiket. Saya telepon nomor-nomor reservasi yang ada di media sosial, tak satu pun yang dapat terhubung. Tidak ada website atau portal resmi yang mewakili perusahaan kapal. Lalu saya nekad ke Pelabuhan Panjang untuk mengecek dan reservasi. Ternyata nomor-nomor telepon perusahaan pelayaran yang beredar tidak bisa dihubungi.

Akhirnya, saya membeli tiket untuk keberangkatan pukul 20.WIB dengan Kapal Mutiara Sentosa III. Dengan tergesa-gesa kami berangkat dari rumah selepas berbuka puasa. Namun sesampainya di Pelabuhan Panjang ternyata ada perubahan jadwal. Jadwal yang semula pukul 20.00 ditunda menjadi pukul 24.00 WIB.

Tiket KM Mutiara Sentosa III
Tiket KM Mutiara Sentosa III

Saya komplain kenapa tidak ada pemberitahuan ke saya sebagai penumpang kalau ada penundaan? Mereka hanya saling lempar kesalahan diantara mereka atas kompalin saya tersebut.

Karena sudah terlanjur berangkat, kami tidak pulang ke rumah lagi, tetapi memanfaatkan waktu bersilaturrahmi ke saudara yang sudah lama tidak dikunjungi. Setelah itu kami keliling kota sambil mencari cemilan untuk di jalan. Menjelang pukul 22.00 WIN kami kembali ke Pelabuhan, mengingat pesan dari petugas agar datang sekira 2 jam lebih awal.

dek kapal mutiara
Kami sekeluarga merasa lebih enak di luar ruangab,

Pukul 22.30 WIB kami sampai di dermaga Pelabuhan Panjang, tetapi ternyata kapal belum bersandar. Baru pukul 23.30 WIB Kapal Mutiara Sentosa III  yang kami tunggu muncul. Dan baru pukul  00.30 WIB kami baru naik ke kapal.

Tidak ada tanda-tanda kemeriahan di kapal ini. Kami naik ke ruang penumpang dengan informasi minim. Setelah berdesak-desakan di depan meja informasi kami baru tahu kalau untuk menikmati kelas bisnis harus rela merogoh kocek Rp 100.000 dan kelas VIP Rp 200.000.

ruang lesehan kelas ekomoni KM Mutiara
Ruang lesehan kelas ekonomi Kapal Mutiara Sentosa III Pelabuhan Panjang-Tanjungpriok

Dengan harapan memperoleh kenyamanan lebih, akhirnya saya dan keluarga merogoh kocek Rp 800.000 untuk dapat kami sekeluarga menilmati kelas bisnis. Kamar yang kami tempati ternyata pendingin ruangannya tidak bekerja optimal dan panas. Demikian juga tetangga kami yang ada di Kelas VIP, kepanasan juga.

Ringkasnya, kami tidak puas karena : jadwal yang ngaret, dari pukul 20.00  WIB menjadi pukul 24.00 WIB. Dan ternyata, baru lepas jangkar menjelang subuh. Waktu tempuh pun lama:  kami baru turun di Tanjungpriok pukul 16.30.

Pengalaman kami membuktikan bahwa kapal dan kru darat tidak profesional.Penumpang diperlakukan seperti barang,  tidak ada fasilitas makan yang reptrsentatif. Bahkan resto tidak dibuka. Fasilitas kamar mandinya pun banyak yang rusak. Pokoknya tidak direkomendasikan.

Puji Raharjo Soekarno