Beranda News Pusiban Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Lampung Gelar Operasi Lilin Krakatau 2017

Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Lampung Gelar Operasi Lilin Krakatau 2017

67
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Kepolisian Daerah Lampung menggelar Apel Pasukan dalam rangka Ops Lilin Krakatau 2017 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (21/12/2017).

Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan Operasi Lilin Krakatau 2017 aka berlangsung 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

Menurut Kapolda Lampung, Operasi Lilin Krakatau 2017 akan mengedepankan kegiatan prepentif didukung kegiatan intelijen dan penegakan hukum.

Operasi ini melibatkan 170.304 personel, terdiri atas 2.260 Polri, 202 TNI, dan 815 dari dinas instansi terkait.

“Gabungan personel ini hendaknya dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang libur Natal dan pergantian Tahun Baru khususnya di tempat-tempat ibadah, jalan-jalan perlintasan arus mudik dan arus balik, objek wisata, pusat perbelanjaan serta fasilitas transportasi yang akan digunakan seperti terminal bus, stastiun kereta api, pelabuhan, dan bandara,” ujar Kapolda.

Menurut  Kapolda, apel digelar untuk pengecekan terakhir terkait kesiapan  personel pengamanan berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral.

“Terutama dalam pengamanan guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.

Kapolda berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang bersamaan dengan libur sekolah bisa berlangsung nyaman, aman, dan lancar.

Adapun sasaran Operasi yang dilakukan Polda Lampung adalah gereja, misa perayaan Natal, antisipasi terhadap kelompok radikal, intoleransi beragama, tempat rekreasi/hiburan/perbelanjaan, pusat pergantian tahun baru, bandara, pelabuhan dan terminal.

“Beberapa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang perlu diantisipasi adalah masih adanya potensi seranganteror, kemacetan lalu lintas, bencana alam. Juga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, serta potensi konflik,” katanya