Beranda News Pilpres 2019 Pengamat: ASN Digaji Negara, Loyalitas Bukan ke Pejabat Tertentu

Pengamat: ASN Digaji Negara, Loyalitas Bukan ke Pejabat Tertentu

303
BERBAGI
PNS (ilustrasi)

TERASLAMPUNG.COM — Pakar administrasi negara Universitas Indonesia, Dian Puji Simatupang, mengatakan aparatur sipil negara atau ASN harus loyal pada negara, bangsa, dan rakyat karena digaji oleh negara.

“Dengan digaji negara, loyalitasnya adalah hanya pada negara dan rakyat banyak, bukan pada seseorang, individu, pejabat tertentu atau kelompok tertentu,” kata Dian kepada Tempo, Jumat, 1 Februari 2019.

Meski digaji negara, Dian mengatakan tidak boleh menggunakan alasan tersebut sebagai dasar paksaan atau pertimbangan agar ASN memilih afiliasi kepentingan dan aspirasi politik tertentu. “Karena ASN mengabdi pada rakyat dan negara, bukan seseorang atau pribadi atau kelompok tertentu,” kata dia.

Di sebagian besar dunia dan teori hukum administrasi negara, birokrasi dan administrasi pemerintahan harus netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, kata Dian, bukan berarti ASN kehilangan hak suaranya untuk memilih.

Secara pribadi, kata Dian, ASN bebas memilih aspirasi politiknya secara bebas dan tanpa paksaan atau ancaman manapun. Namun, hak suara ASN tidak etis ditunjukkan ke publik karena bersifat rahasia.

Menurut Dian, dalam bekerja, ASN harus loyal pada siapapun yang terpilih dalam pemilu atau proses politik lainnya sesuai dengan peraturan undang-undang. Hanya, loyalitas ASN pada jabatan birokrasi dan administrasi pemerintahan.

Persoalan gaji ASN sebelumnya ramai diperbincangkan setelah viral video Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menanyakan asal gaji kepada pegawai kementeriannya. Di jagat maya kemudian ramai tagar #YangGajiKamuSiapa.

Mulanya, Rudiantara meminta pegawainya memilih stiker Pemilu 2019. Ada dua desain stiker. Stiker yang paling banyak dipilih akan dipasang di kantor Kominfo. Rudiantara telah mengatakan bahwa pemilihan stiker itu tidak terkait dengan Pilpres.

Dalam potongan video berdurasi 44 detik yang beredar di Twitter, Rudiantara memanggil dua pegawai. Si pegawai yang disuruh naik salah satunya memilih stiker bernomor dua.

Rudiantara menanyakan alasan perempuan berkerudung itu memilih desain stiker nomor 2. Pegawai itu menjelaskan.

“Mungkin terkait keyakinan saja, Pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan nomor dua, yakin saja,” ujar pegawai yang memilih desain nomor dua.

Menanggapi itu, Rudiantara nampaknya heran. Sebab, dia menanyakan desain stiker, bukan terkait pilihan Pilpres. Sesaat setelah meminta kedua pegawai itu kembali ke tempat duduk, Rudiantara lanjut bicara di atas panggung.

“Bu, Bu, yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah makasih,” katanya.

Tempo.co

Loading...