Beranda Politik Pilpres 2019 Pengamat: Duet Jokowi-Prabowo Bisa Kalah oleh Kotak Kosong

Pengamat: Duet Jokowi-Prabowo Bisa Kalah oleh Kotak Kosong

692
BERBAGI
Presiden Jokowi dianugerahi gelar Pendekar Utama oleh Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto, ditandai dengan pemberian udeng, keris dan sertifikat (8/12). Foto: Ist/Setpres

TERASLAMPUNG.COM — Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendro Satrio,mengatakan kecil kemungkinan jika Joko Widodo berduet dengan Prabowo bisa menang pada Pilpres 2019. Menurut Hendro, duet Jokowi-Prabowo justru bisa dikalahkan oleh kotak kosong.

Hal itu diungkapkan Hendro Satio untuk menanggapi wacana yang akhir-akhir berkembang utamanya terkait pengakuan pengurus teras DPP Gerindra Sandiaga Uno yang mengaku bahwa adanuya pembicaraan soal rencana duet Jokowi-Prabowo pada Pilres 2019.

“Walaupun banyak yang menginginkannya, sangat kecil kemungkinannya duet Jokowi dengan Prabowo ini. Sebab, pendukung keduanya berbea,” kata Hendro, seperti dilansir Tribunnews.com.

Meskipun begitu, kata Hendro, wacana itu  akan terjadi bila hasil pilkada 2018 di luar dugaan Jokowi maupun Prabowo.

“Jika itu terjadi (Jokowi duet dengan Prabowo), sebagaimana hasil survei kami, pasangan tunggal Jokowi-Prabowo akan kalah melawan kotak kosong. Jika calon tunggal melawan kotak kosong malah kalah, Jokowi cuma 48 persen dan kotak kosong 52 persen,” katanya.

Penilaian Hendro selaras dengan keinginan para pendukung Jokowo dan Prabowo di media sosial. Para pendukung Prabowo umumnya giat menyebarluaskan tagar #2019GantiPresiden, sedangkan pendukung Jokowi ulet dengan kampanye bertagar #Jokowi2Periode.

Sejumlah pendukung Jokowi dan Prabowo juga mengaku lebih baik memilih calon lain jika keduanya berpasangan pada Pilpres 2019.

“Jokowi berpasangan dengan Prabowo, dalam Pilpres 2019? Saatnya memilih capres lain!”tulis Sunardian Wirodono, esais asal Yogyakarta yang selama ini gigih mendukung Jokowi.