Beranda Ekbis Bisnis Pengamat: PT KAI Harusnya Tidak Hentikan Operasional Kereta Api Penumpang Tanjungkarang-Kertapati

Pengamat: PT KAI Harusnya Tidak Hentikan Operasional Kereta Api Penumpang Tanjungkarang-Kertapati

982
BERBAGI
I.B. Ilham Malik

TERASLAMPUNG.COM — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional Tanjungkarang memperpanjang pembatalan operasional kereta api jurusan Tanjungkarang (Lampung) – Kertapati (Sumatera Selatan) sampai dengan akhir Desember 2020. Di sisi lain, PT KAI tetap mengoperasikan kereta api barang atau kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang).

BACA: PT KAI Tanjungkarang Perpanjang Pembatalan Operasional Semua KA Penumpang Hingga 31 Agustus

Menurut pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) wilayah Lampung dan Sumbagsel, lham Malik, tidak seharusnya PT KAI mengeluarkan kebijakan yang merugikan masyarakat umum tersebut.

“Keprihatinan kita terkait kenapa angkutan publik atau angkutan umum PT KAI tidak mampu memberi contoh protokol kesehatan untuk angkutan kereta api penumpang.
Padahal protokol kesehatan seperti penyemprotan desinfektan, cuci tangan dan penggunaan masker bisa diterapkan oleh pihak PT KAI,” kata Ilham kepada Teraslampung.com, Minggu (2/8/2020).

Ilham menegaskan, PT KAI memiliki banyak sumberdaya yang memungkinkan tetap bisa mengoperasikan kereta api penumpang di tengah masa pandemi Covid-19.

“Mereka punya SDM-nya dan bukan hanya orang tapi juga pembiayaan yang sangat kuat. Mereka juga bisa menggunakan dana CSR sendiri atau dana CSR batu bara dari PT Bukit Asam  yang mengoperasikan kereta api batu bara rangkaian panjang (baranjang). Mereka juga bisa berkoordinasi dengan gugus tugas Lampung dan Palembang meskipun ada kecenderungan wabah corona,” katanya.

Mestinya, kata Ilham, PT KAI tetap mendorong mobilitas orang dan barang.Kalaupun mobilitas orang harus diminimalisir, maka penerapan angkutan barang bisa dimaksimalkan terutama angkutan skala kecil di luar untuk angkutan batu bara.

“Kita prihatin dan ingin PT KAI  tetap beroperasi meski kita khawatir dengan penyebaran virus corona. Kita berharap PT KAI bisa memberikan contoh mobilitas aman dan tetap bisa menghidupkan ekonomi daerah,” imbuh doktor ilmu teknik dari Kitakyushu University, Jepang, itu.

Ilham mengaku memahami PT KAI memiliki keterbatasan pendapatan atau omzet kereta api penumpang. Namun, kata dia, di tengah minimnya pengguna kereta api harusnya adanya sosialisasi agar pengguna kereta api penumpang bisa naik di tengah minimnya angkutan kereta api.

“Kesimpulannya, kami sangat berharap agar PT KAI tetap mengoperasilan kereta api penumpang terutama di wilayah Sumbagsel. Aneh kalau di tengah banyaknya rit babaranjang tidak terselip satupun perjalanan kereta api penumpang. PT KAI dapat tetap bisa mengoperasikan kereta api penumpang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan gugus tugas,” kata pengajar Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) itu.

Ilham mencontohkan mal, pasar, dan perkantoran yang tetap bisa buka dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu, menurut Ilham, mestinya juga bisa diterapkan bagi angkutan umum seperti kereta api.

Menurut Ilham, hal itu seharusnya membuka sudut pandang kita terkait angkutan publik dan dimenegemen dengan baik agar tetap beroperasi meski ada wabah.

“Negara-negara lain ada yang mengurangi angkutan penumpangnya tapi bukan rit-nya hanya mengurangi penumpangnya per gerbongnya. PT KAI jangan menggunakan alasan virus corona atau dengan alasan tidak ada anggaran. Sebab, mereka bisa gunakan dana CSR batu bara dari PT Bukit Asam dan Pemda agar bisa menyokong kereta api penumpang meski adanya corona agar operasinya tetap berjalan,” Ilham menandaskan.

Loading...