Beranda News Nasional Pengamat Teroris Minta Wiranto Introspeksi

Pengamat Teroris Minta Wiranto Introspeksi

282
BERBAGI
Menkopolkam Wiranto diserang oleh pria yang menggenggam pisau dalam kunjungan Ponpes Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten,pada Kamis siang, 10 Oktober 2019. Foto: Istimewa
Menkopolkam Wiranto diserang oleh pria yang menggenggam pisau dalam kunjungan Ponpes Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten,pada Kamis siang, 10 Oktober 2019. Foto: Istimewa

TERASLAMPUNG.COM — Pengamat teroris dan intelijen Harits Abu Ulya meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk introspeksi diri, terutama terkait dengan berbagai pernyataannya selama ini.

BACA: BIN Telah Pantau Penusuk Wiranto Sejak Tiga Bulan Lalu

“Di sisi lain ada realitas menarik bahwa selama ini publik gelisah dan berharap agar para pejabat atau penguasa bisa kontrol diri tidak keluarkan kebijakan atau pernyataan yang menyakiti hati nurani rakyat,” kata Harits, lewat keterangan tertulis, Kamis, 10 Oktober 2019. “Jika tidak, membuka keniscayaan memotivasi rakyat berbuat nekat menyerang pejabat.”

Harits berpendapat bahwa sebagai abdi rakyat, Wiranto harus lebih baik dalam mengayomi. Ia meyakini tindakan pelaku dipengaruhi oleh segala tindak tanduk Wiranto.

Harits menyadari penyerataan dan analisisnya ini bakal memunculkan spekulasi bahwa ia simpatisan teroris. Namun, ia yakin yakin pendekatan ini yang paling rasional.

“Pada konteks ini, dalam kajian terorisme, kita bisa meminjam pendekatan metode analisa yang tepat agar paham kenapa selama ini aparat keamanan atau seorang pejabat jadi target kekerasan atau teror dari segelintir atau sekelompok orang,” kata Harits.

Wiranto ditusuk oleh Abu Rara, salah seorang anggota JAD jaringan Bekasi, di Pandeglang, Banten pada Kamis, 10 Oktober 2019 siang. Saat itu, ia baru akan kembali ke Jakarta setelah mengisi acara di salah satu pondok pesantren di sana.

Tempo.co