Beranda Hukum Kriminal Penganiayaan Dua Polisi Berawal dari Percekcokan di Center Stage Hotel Novotel

Penganiayaan Dua Polisi Berawal dari Percekcokan di Center Stage Hotel Novotel

80
BERBAGI
9 tersangka pengeroyokan dua polisi di Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi, mengatakan pengeroyokan terhadap  Bripda Irvan dan Bripda Media berawal dari percekcokan keduanya dengan tersangja Yohanes alias Defri di tempat parkiran hiburan malam Center Stage (CS) Hotel Novotel.

“Saat terjadi keributan itu Satpam Hotel Novotel melerainya. Lalu Bripda Irvan dan Median  pergi dari tempat hiburan malam itu,”ujar Zarialdi, Minggu (6/11/2016).

Ternyata, kata Zarialdi, tersangka Yohanes alis Defri tidak puas.Ia lalu mengajak 10 temannya dengan mengendarai lima unit mobil mengejar mobil yang ditumpangi Bripda Ivan dan Median. Ketika sampainya di samping supermarket Gelael di Jalan Majapahit, Enggal, mobil para tersangka langsung menghadang mobil dua anggota polisi tersebut.

“Saat itu juga, para tersangka langsung memecahkan kaca mobil dua anggota polisi menggunakan besi panjang dan juga batu,”ungkapnya.

Para tersangka menyuruh Bripda Ivan dan Median untuk turun dan keluar dari dalam mobil. Begitu keduanya keluar, Yohannes bersama 10 orang temannya langsung memukuli Bripda Ivan dan Median. Merasa kalah jumlah dan nyawanya terancam, Ivan dan Median berlari menuju ke arah Hotel Enggal meminta bantuan dan pertolongan.

Petugas Polresta Bandarlampung yang mendapatkan informasi kejadian tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian perkara dan menangkap 11 orang yang melakukan pengroyokan dan merusak mobil dua anggota polisi tersebut.

“Para tersangka itu adalah, Yohanes als Defri, Adit, Panca, Nedi, Jona, Jodi, Feri, M. Reza, Denny, Daus dan Izal. Petugas juga menyita satu buah besi panjang warna merah, dan batu yang digunakan para tersangka untuk menganiaya korban dan merusak mobil korban,”terangnya.