Beranda Hukum Kriminal Pengaruh Video Porno, Remaja Warga Pasir Gintung Ini Cabuli Gadis di Bawah...

Pengaruh Video Porno, Remaja Warga Pasir Gintung Ini Cabuli Gadis di Bawah Umur

671
BERBAGI
Tersangka ABA saat diperiksa di Polsek Tanjungkarang Barat.
Tersangka ABA saat diperiksa di Polsek Tanjungkarang Barat.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Meskipun masih dibawah umur, karena perbuatannya telah melanggar hukum, remaja putus sekolah warga Pasir Gintung berinisial ABA (15) ini menjadi tersangka pencabulan dan ditahan sementara di Mapolsekta Tanjungkarang Barat.

ABA ditahan polisi karena mencabuli korban berinisial ZA tetangganya sendiri. Parahnya lagi, korban pencabulan tersebut, masih berusia tujuh tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tersangka mencabuli korban sebanyak dua kali. Aksi bejat tersebut dilakukan di rumah tersangka sendiri. Alasan tersangka mencabuli korban, karena pengaruh sering menonton video porno melalui ponselnya.

“Tersangka ABA mencabuli korban, karena terangsang dan pengaruh video porno yang sering ditontonnya melalui ponselnya,”kata Kapolsekta Tanjungkarang Barat Kompol Harto Agung Cahyono kepada teraslampung.com, Kamis (25/5/2017).

Menurutnya, tersangka ABA, ada saat kejadian pencabulan, kondisi rumah sepi dan orangtua tersangka sedang berdagang di pasar.

Harto mengutarakan, usai melihat video porno, tersangka ABA keluar dari rumahnya dan melihat korban sedang bermain sendiri di luar rumah. Tersangka memanfaatkan suasana sepi untuk mendekati korban.

“Agar mau diajak pergi ke rumahnya, tersangka ABA merayu korban akan memberikan sesuatu”ungkapnya.

Karena bujuk rayu itu, lanjut Harto, korban menuruti ajakan tersangka. Begitu sampai di rumahnya, tersangka menarik paksa korban untuk dibawa masuk ke dalam kamarnya. Saat itulah, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya mencabuli korban.

“Tersangka memaksa korban masuk ke dalam kamarnya, dan di kamar itulah ABA mencabuli korban,”terangnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah ini menuturkan, aksi pencabulan itu, tidak hanya sekali saja yang dilakukan tersangka. Melainkan, sudah dua kali tersangka mencabuli korban.

“Pertama tersangka ABA mencabuli korban tahun 2016 lalu, tersangka kembali mencabuli korban, Sabtu (20/5/2017) kemaren. Aksi keduanya itu, dilakukan di rumah tersangka saat kondisi rumah sepi,”jelasnya.

Alumnus Akademi kepolisian (Akpol) tahun 2005 ini mengingatkan para orangtua agar selalu berhati-hati saat meninggalkan anaknya sendiri, apalagi dengan orang yang tidak dikenal sama sekali. Ia juga mewanti-wanti agar warga berhati-hati jika menitipkan anaknya kepada kerabat atau tetangga terdekat.

“Pelaku pencabulan biasanya orang yang kenal dan dekat dengan korban. Para orangtua harus waspada dan hati-hati,”katanya.

Loading...