Beranda Hukum Pegawai Pengadilan Negeri Tanjungkarang dan Kejati Terlibat Baku Hantam

Pegawai Pengadilan Negeri Tanjungkarang dan Kejati Terlibat Baku Hantam

164
BERBAGI
Zainal Asikin/Teraslampung.com 
Ilustrasi perkelahian

BANDARLAMPUNG – Pemandangan memalukan terjadi di kantor Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (9/7), saat terjadi keributan dan baku hantam antara pegawai Kejaksaan Tinggi Lampung yang bernama Okta NIS dengan pegawai Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Apriansyah Ramadhon dan Riki. 
Perkelahian  yang terjadi di lorong salah satu ruang sidang itu pun menjadi tontonan pengunjung sidang dan para jurnalis yang meliput di PN Tanjungkarang.

Riki mengaku, baku hantam bermula saat Apriyan melewati lorong ruang sidang bertatapan mata dengan Okta. Saat mereka bertatapan, Okta langsung menanyakan kepada Apriyan dengan nada keras. 

“Kenapa lihat-lihat, mau apa lu?” ujar Okta.
Ucapan keras itu tidak diladeni Apriyana. 
Riki yang saat itu datang hendak memisah membuat Okta marah. Okta kemudian menarik Riki ke arah ruang dekat toilet atau WC yang berada di samping ruang sidang Garuda. Okta langsung membekap dan membanting Riki. Saat Riki terjatuh, Okta langsung melayangkan bogem mentahnya yang tepat mendarat diwajah Riki yang terluka lalu terjatuh.

Okta menginjak-injak tubuh Riki yang sedang tergeletak di depan WC tersebut. Di saat yang sama datang Apriyan yang melihat keributan itu, saat itu juga Apriyan langsung menerjang tubuh Okta dan meninju wajahn Okta.

Saat dimintai konfirmasi para wartawan tentang alasan berantem, Okta menolak berkomentar. Okta hanya terdiam saja saat awak media mewawancarainya.

Menanggapi perkelahian tersebut, Kasipenkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat, mengaku akan segera memanggil  pengawal tahanan tersebut untuk dimintai keterangan sebab terjadinya keributan saat di Pengadilan.

“Sampai saat ini saya belum tahu apa penyebab keributannya, tapi kami akan melakukan pemanggilan terhadap pengawal tahan itu untuk kami minta keterangan dan kronologi kejadian keributannya,” kata Yadi.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Nelson Panjaitan, juga mengaku belum  mengetahui penyebab terjadinya keributan tersebut. 

“Saya juga baru mengetahui ada keributan dari wartawan juga mas. Tapi saya tidak tau, siapa yang ribut-ribut itu dan saya hanya mendengar keributan itu bagian staf pengawalan tahanan Kejati Lampung dan Satpam PN Tanjungkarang,” ujar Nelson.
Loading...