Pengecatan Jalan Soedirman – Jalan Gatot Subroto di Bandarlampung Bingungkan Pengguna Jalan

  • Bagikan
Ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Jenderal Gatot Subroto dicat putih dengan motif kotak. Rencananya tempat itu akan dipakai Pemkot Bandarlampung menggelar wisata kuliner bagi UMKM.
Ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Jenderal Gatot Subroto dicat putih dengan motif kotak. Rencananya tempat itu akan dipakai Pemkot Bandarlampung menggelar wisata kuliner bagi UMKM.

TERASLAMPUNG.COM — Pemkot Bandarlampung akan memanfaatkan Jalan Jenderal Soedirman hingga Jalan Gatot Subroto sebagai kawasan wisata kuliner bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Badan jalan yang semula hanya ada garis putih di bagian tengah sebagai garis lalu lintas pun kini berubah total. Jalan beraspal di ruas jalan tersebut kini ditambah dengan cat putih yang membentuk kotak berukuran besar.

Karena marka jalan bercat putih bagian tengah jalan sudah kusam, ruas Jalan Jenderal Soedirman – Jalan Gatot Subroto Bandarlampung pun kini seolah menjadi tanpa garis lalu lintas. Hal itu membuat banyak pemakai jalan bingung dan terganggu.

Aming (46), salah seorang pengendara yang sering melewati ruas jalan tersebut pada Selasa (5/10/2021), misalnya, pengecatan jalan dengan cat warna putih dengan gambat kotak-kotal itu sangat menganggu.

“Sekarang kendaraan saya perhatikan banyak yang ke tengah jalan. Yang saya takutkan bisa terjadi tabrakan karena sama-sama jalan di tengah,” katanya kepada teraslampung.com Selasa 5 Oktober 2021.

Hal yang sama dikatakan Sapri (55,) warga Kecamatan Kedamaian yang juga merasa terganggu banyaknya cat di ruas Jalan Jenderal Soedirman – Jalan Jenderal Gatot Subroto Bandarlampung

“Selama ini kan patokat kita dalam berkendara adalah marka jalan bercat putih yang ada di tengah jalan. Saya perhatikan marka jalan pemisah antara jalan sebelah kanan dan kiri catnya sudah kusam. Lalu ada ada cat yang masih baru yang lurus dan kotak-kotak. Hal itu mengganggu sekali,” ungkapnya.

Ketika dijelaskan pengecatan itu akan digunakan Pemkot Bandarlampung untuk wisata kuliner UMKM, Aming menyarankan pihak Pemkot Bandarlampung untuk menghidupkan Pasar Mambo di Telukbetung.

“Pasar Mambo dulu sangat terkenal. Kenapa tidak dihidupkan lagi? Kalau itu dihidupkan lagi kan sudah nyambung dengan pasar kuliner yang ada di Pasar Telukbetung. Bekas  Pasar Mambo itu saya lihat makin kumuh,” kata Aming.

“Kalau itu diberdayakan, ditata saya yakin pasar teluk (Pasar Telukbetung) makin hidup seperti tahun 80-an,” tambahnya.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan