Beranda Hukum Kriminal Pengemudi Go-Jek Ini Tusuk Sopir Angkot karena Kesal Lihat Adiknya Dianiaya

Pengemudi Go-Jek Ini Tusuk Sopir Angkot karena Kesal Lihat Adiknya Dianiaya

730
BERBAGI
Edi Yulianto (32), warga Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat tersangka penusukan sopir angkot yang ditangkap Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG– Edi Yulianto (32), pengemudi Go-Jek warga Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, ditangkap Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung lantaran melakukan penusukan sopir angkot, Anggiat Sipahutar alias Ucok (40) saat terjadinya keributan antara sopir angkot, Go-Jek dan ojek pangkalan di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, pada Jumat (27/10/201) siang kemarin.

Tersangka Edi mengungkapkan, dirinya terpaksa dan nekat melukai korban Anggiat, lantaran kesal saat melihat adiknya, Andi mengalami luka dibagian wajahnya setelah dipukuli dengan korban menggunakan batu saat terjadinya keributan di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, pada Jumat (27/10/201) siang kemarin. Pada saat itulah, kekesalan itu ia tumpahkan menusuk korban menggunakan senjata tajam pisau.

“Penusukan yang saya lakukan ini, tidak ada sangkut pautnya dengan Go-Jek Online. Kekesalan ini murni saya lakukan, karena saya tidak terima lihat adik saya dipukuli sama dia (korban) hingga mengalami luka di wajah dan mulutnya,”ucapnya dihadapan saat di Mapolresta Bandarlampung, Sabtu (28/10/2017).

Dikatakannya, sebelum terjadinya penusukan, saat itu dirinya dalam perjalanan pulang usai mengantar penumpangnya ke wilayah Sukarame. Sesampainya di Jalan Pulau Sebesi, ia melihat adanya keributan cukup ramai yang melibatkan sopir angkot, ojek pangkalan dan driver Go-Jek. Ketika didekati dengan dirinya, ternyata keributan itu melibatkan adiknya bernama Andi dengan ojek pangkalan serta sopir angkot.

Edi merasa kesal dan naik pitam, saat melihat adiknya yang dikrumuni massa dan dipukuli oleh korban menggunakan batu hingga berdarah dibagian wajah dan mulutnya. Saat itu juga ia langsung mancabut pisau dari balik pinggangnya, dan langsung menusuk perut korban.

“Saat itu saya sempat melerai dan menyuruh adik saya pergi dari lokasi kejadian, tapi suasana itu berubah dan saya naik pitam karena adik saya dianiaya dan dipukuli oleh korban,”ungkapnya.

Edi pun membantah, kalau dirinya sudah dari sejak awal berniat ingin melukai korban dengan senjata tajam. Edi pun berdalih, kalau pisau yang dipakai untuk menusuk korban ia temukan di jalan. Bahkan dirinya pun enggan menyebutkan, kalau dirinya sebagai driver Go-Jek Online dan hanya mengaku tukang ojek.

“Saya tidak kenal sama sekali dengan korban, penusukan itu saya lakukan karena kesal melihat adik saya dipukuli dengan korban itu saja. Atas kesalahan dan kekihalafan ini, saya minta maaf kepada korban dan juga keluarganya,”pungkasnya.

Diketahui, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus tersangka penusukan terhadap korban sopir angkot, Anggiat Sipahutar alias Ucok (40) saat terjadinya keributan antara Go-Jek, Ojek Konvensional Pokbal dan sopir Angkot di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, pada Jumat (27/10/201) siang kemarin.

Pelaku penusukan yang ditangkap tersebut adalah seorang driver Go-Jek bernama Edi Yulianto (32), warga Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Polisi menangkap tersangka di Jalan Pangeran Tirtayasa, Tanjungkarang Timur, Sabtu (28/10/2017) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti pakaian milik korban dan tersangka, lalu sebilah senjata tajam pisau beserta sarungnya yang digunakan tersangka untuk menusuk korban.

Loading...