Beranda Hukum Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertabrak “Dump Truck” di Jalan Soekarno Hatta Bandarlampung

Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertabrak “Dump Truck” di Jalan Soekarno Hatta Bandarlampung

3680
BERBAGI
Mobil dump truck penabrak Rosni hingga tewas di lokasi kejadian menjadi tontotan warga. Rosni, pengendara sepeda motor,tewas karena tertabrak, terjepit, dan terseret dump truck tersebut hingga 13-an meter. (Foto: Teraslampung.com/Zainal Asikin).
Kecelakaan lalu lintas di Jl Soekarno Hatta (By Pass) Bandarlampung 16 Mei 2016. (Ilustrasi)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tabrakan maut merenggut korban jiwa terjadi di Jl.  Soekarno Hatta (By Pass) Kecamatan Kedaton, Bandarlampung,  tepatnya di depan Mapolsekta Kedaton, Bandarlampung, Senin (25/5) sekitar pukul 11:52. Mobil jenis dump truck sarat muatan batubara dari PT. Bukit Asam menabrak pengendara sepeda motor yang  menyebabkan pengendara sepeda motor bernama Rosni tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah dan terjepit dump truck. 

Selain menabrak Rosni, truk tersebut juga sempat menyeret sepeda motor dan tubuh Rosni hingga 13 meter, Setelah kejadian petugas Lalu lintas mengangkut jenazah Rosni ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

Sepeda motor yang dikemudikan perempuan warga Bumi Manti, Kelurahan Kampung Baru, Kedaton, Bandarlampung itu pun ringsek. Sedangkan mobil truk  warna merah bernomor polisi BE 9791 C yang dikemudikan  Poniman (60), warga Gedong Air Bandarlampung juga mengalami ‘penyok’ di bagian depannya/

Begitu kecelakaan terjadi, pngemudi truk yang membawa sembilan ton batu bara itu langsung diamankan di Mapolsekta Kedaton guna menjalani proses pemeriksaan.

Pantauan Teraslampung.com di lokasi kejadian, mobil truk posisinya berada di seberang jalan depan pangkalan ojek samping Polsekta Kedaton. Sedangkan  posisi sepeda motor terjepit di bawah mobil Dump truck Dyna bermuatan batu bara.

Tampak terlihat, sepertinya seorang ibu tersebut (korban) baru saja pulang dari Pasar belanja sayuran karena ada beberapa sayuran daun singkong, kelapa parut yang berserakan tepat di belakang mobil truk. Perempuan itu mengenakan  sepasang sendal wanita warna merah merk Porto, sayap sepeda motor sebelah kiri yang lepas serta kunci-kunci motor berserakan dijalan aspal.

Seorang saksi mata menuturkan, mobil yang dikendarai Poniman melaju dari arah panjang dengan muatan batu bara dari PT. Bukit Asam yang akan diantarkan ke pabrik briket batu bara daerah Natar, Lampung Selatan. Namun ketika sampai di depan Polsek Kedaton, mengalami kecelakaan karena kaget menghindari mobil yang berada di depannya.

Akibatnya, mobil terbang hingga melewati median jalan tepat pas jalan belokan di  depan Polsek Kedaton dengan posisi berlawanan arah. Saat itulah mobil muatan batu bara itu menabrak motor dari arah Rajabasa yang hendak berbelok arah ke jalan samping Polsek Kedaton. Akibatnya, sepeda motor terseret mobil hingga sejauh 13 meter dan korban meninggal di tempat dengan mengalami luka berat yakni pecah dibagian kepala dan luka-luka lainnya karena benturan keras dan terseret ban mobil.

Sementara Poniman, sopir mobil truk, mengaku  mobil yang di kemudiakannya bermuatan batu bara sebanyak 9 ton dari PT. Bukit Asam dan akan diantarkan ke Pabrik Briket Batu Bara di daerah Hajimena, Natar, Lampung Selatan.  Ia berangkat dari Panjang, beriringan dengan truk temannya yang mengangkut batu bara. Namun,  saat sampai di depan Polsek Kedaton, mengalami kecelakaan dalam posisi sadar memacu kendaraan dengan kecepatan sekitar 40 km/jam.

“Saya tidak kaget dan sadar, mobil biru ini posisinya berhenti. Begitu sudah dekat malah dia maju dan truk kawan saya jalan terus, tiba-tiba mobil di sebelah kiri itu juga jalan separuh badan mobilnya sudah masuk ke jalur tempat saya jalan. Saat itulah saya membanting setir ke arah kanan untuk menghindari tabrakan dengan mobil yang ada didepan saya. Truk yang saya kendarai melaju melompati masuk ke jalur berlawanan arah, akibatnya truk menabrak sepeda motor. Kalau kecepatan truk, itu sekitar 40 Km/jam,”kata Poniman di depan Sel tahanan Polsek Kedaton, Senin (25/5).

Sementara itu, Petugas Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polresta Bandarlampung, Bripka A. Kamil menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi karena sopir truk Poniman kaget dan tidak konsentrasi dalam mengemudikan truknya. Truk tersebut melaju dari arah Tarahan Panjang, menuju Pabrik Briket Batubara yang berada di Hajimena, Natar, Lampung Selatan. Saat kejadian, karena dari sebelah kiri, ada sebuah mobil yang mau menyeberang ke jalur kanan.

“Jadi menurut saya, sopir truk itu kaget. Dia refleks melihat ada mobil di sebelah kirinya lalu spontan membanting stir ke arah kanan,” kata Kamil kepada wartawan saat di mapolsekta Kedaton.

Truk masuk ke jalur berlawanan. Sambung Kamil, tepat di jalur itu, ada sepeda motor yang dikendarai korban Rosni sedang berhenti yang akan berbelok dan menyeberang menuju jalan samping Mapolsekta Kedaton.

“Korban yang berhenti karena hendak berbelok menyeberang menuju rumahnya. Tiba-tiba truk menabrak dan menyeret Rosni hingga tewas di lokasi kejadian, saat ini kami masih mendalami dan meminta keterangan saksi dilokasi kejadian,”terangnya.