Penggelapan Sepeda Motor, Polsek Sungkai Utara Bekuk Komplotan Bahrudin

  • Bagikan

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Anggota Polsek Sungkai Utara Lampung Utara bersama Tekab 308 Polres membekuk komplotan Bahrudin (33), spesialis penipuan dan penggelapan sepeda motor, Kamis (3/11/2016).

Komplotan ‎Bahrudin yang merupakan warga Desa Negara Ratu, Sungkai Utara itu terdiri dari Bahrudin sendiri, Bambang (43), dan Silahudin (70), keduanya adalah warga Kecamatan Tanjung Raja.

‎”Bahrudin memang sudah jadi target operasi dalam kasus penggelapan beberapa unit sepeda motor,” kata Kasat Reskrim, AKP. Supriyanto, Kamis (3/11/2016).

Menurut Supriyanto, Bahrudin telah melakukan sedikitnya empat kali penggelapan sepeda motor. Seluruh motor yang digelapkan itu merupakan milik rekan Bahrudin sendiri. Bahrudin sengaja menjadikan rekan – rekannya sebagai sasaran empuknya. Modus yang digunakan adalah dengan membawa kabur motor rekan – rekannya itu setelah berhasil meminjam kendaraan itu dengan seribu alasan.

“Setelah berhasil meminjam motor, motor itu lalu dijual oleh Bahrudin,” terangnya.

Terungkapnya jaringan Bahrudin, terus Kasat, berawal dari tertangkapnya yang bersangkutan. Dari mulut yang bersangkutanlah diketahui bahwa yang menjual motor – motor itu kepada Silahudin adalah Bambang. ‎Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti tiga unit motor yakni Mio 125 BE 3317 RP, Vario Techno tanpa nopol, dan Vixion tanpa nopol, serta sebilah pisau.

‎”Bahrudin sebagai eksekutor, Bambang berperan sebagai penjual, dan Silahudin sebagai penadah,” kata dia.

Tersangka Bahrudin ketika diwawancarai membenarkan telah melarikan sepeda motor – sepeda motor milik rekannya tersebut. Bahkan, salah satu korbannya tak lain adalah iparnya sendiri. Keempat jenis motor yang berhasil dilarikannya itu ialah ‎sepeda motor Jialing milik Riki, sepeda motor Yamaha Vega milik Sobri, dan sepeda motor Honda Vario milik Gendon. Ketiganya merupakan warga Desa Negara Ratu. Seluruh motor itu dijualnya melalui Bambang yang diberinya komisi Rp100 ribu/unit.

“Dan Sepeda motor Honda Beat milik Junai yang bersatus adik ipar saya,” akuinya.

Sementara, Bambang, tersangka lainnya mengaku keempat sepeda motor yang dijualnya dengan harga bervariasi mulai dari harga Rp 2,3 juta hingga Rp3,3 juta. Seluruh sepeda motor itu dijualnya kepada tersangka Silahudin‎.

“Sepeda motor itu saya jual kepada Silahudin dengan harga bervariasi,” terang dia.‎

  • Bagikan
You cannot copy content of this page