Beranda Hukum Narkoba Penggerebekan BNNP, Bandar Narkoba Tewas Ditembak

Penggerebekan BNNP, Bandar Narkoba Tewas Ditembak

1281
BERBAGI
Ketiga pelaku jaringan bandar dan pengedar narkoba yang ditangkap petugas BNNP Lampung, ketiganya adalah Andika alias Bung (56), warga Sukaraja, Telukbetung Selatan, Bandarlampung lalu Julian Prandiko alias Popo (27) dan Mentari Triranti alias Tari (20), keduanya pasangan suami istri (Pasutri) warga Kelurahan Gedong Air, Bandarlampung.
Ketiga pelaku jaringan bandar dan pengedar narkoba yang ditangkap petugas BNNP Lampung, ketiganya adalah Andika alias Bung (56), warga Sukaraja, Telukbetung Selatan, Bandarlampung lalu Julian Prandiko alias Popo (27) dan Mentari Triranti alias Tari (20), keduanya pasangan suami istri (Pasutri) warga Kelurahan Gedong Air, Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, menembak mati sseorang bandar narkoba bernama Chandra Kusuma alias Sempak (28), warga Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Jumat lalu (16/3/2018).

Chandra ditembak petugas saat digerebek di rumah kontrakannya di daerah Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Pesawaran.

Selain tersangka Chandra, petugas juga menangkap tiga orang tersangka lain yang merupakan jaringan pengedar narkoba di wilayah Bandarlampung. Ketiga pelaku tersebut adalah, Andika alias Bung (56), warga Sukaraja, Telukbetung Selatan, Bandarlampung lalu Julian Prandiko alias Popo (27) dan Mentari Triranti alias Tari (20), keduanya pasangan suami istri (Pasutri) warga Kelurahan Gedong Air, Bandarlampung.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan, dari keempat pelaku jaringan pengedar narkoba yang ditangkap, tiga pelaku yakni Chandra, Andika dan Julian terpaksa harus dilakukan tindakan tegas karena berupaya melawan petugas dan hendak melarikan diri saat akan ditangkap di tiga lokasi berbeda.

“Dari ketiga pelaku yang ditembak, tersangka Chandra alias Sempak meninggal dunia setelah ditembus peluru karena melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap di rumah kontrakannya di daerah Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Pesawaran,”ujarnya saat gelar kasus pengungkapan tersebut di Kantor BNNP Lampung, Telukbetung, Senin 18 Maret 2018.

Dari tangan tersangka Chandra, kata Tagam, petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram, satu buah timbangan digital dan ponsel.

“Barang haram (sabu) tersebut, disembunyikan tersangka di dalam speaker aktif,”ungkapnya.

Mantan Kepala BNNP Sulawesi Tengah ini mengutarakan, sedangkan untuk tersangka Julian dan Mentari yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) dengan menikah siri. Petugas menangkap keduanya di rumah kontrakannya di Jalan Sejahtera, Kelurahan Gedong Air, Bandarlampung. Tersangka Julian terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

“Peran dari Julian, sebagai kurir dan penghubung kepada bos diatasnya. Sedangkan untuk peran Mentari sendiri, bertugas mengambil upah suaminya dari bosnya hasil dari mengantarkan sabu-sabu. Dari tangan keduanya, disita beberpa unit ponsel yang didalamnya berisikan transaksi narkoba,”terangnya.

Dari hasil pengembangan, lanjut mantan Kapolresta Medan, Sumatera Utara ini, petugas kembali menangkap satu tersangka lain bernama Andika alias Bung saat akan transaksi narkoba di Jalan Paving samping Toko Giant Kemiling.

“Saat tersangka diminta petugas untuk menunjukkan TKP biasa tersangka melakukan transaksi narkoba, tersangka justru mengelabui petugas dan melarikan diri terpaksa tersangka dilumpuhkan dengan tembakan di kaki,”jelasnya.

Menurutnya, selain sebagai pengedar dan masuk dalam jaringan tersangka Chandra yang tewas ditembak, tersangka Andika ini juga sebagai pengguna aktif.