Beranda Hukum Kriminal Penggerebekan Judi Koprok: Tiga Pemain Ditangkap, Dua Bandar Kabur

Penggerebekan Judi Koprok: Tiga Pemain Ditangkap, Dua Bandar Kabur

918
BERBAGI
Kapolsek Natar, Kompol Eko Nugroho saat mengintrogasi ketiga twrsangka judi koprok dan menunjukkan barang bukti peralatan judi koprok yang disita.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Unit Reskrim Polsek Natar, Lampung Selatan menggerek sebuah tempat judi koprok di Dusun Kerto Sari, Desa Rejo Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Senin (23/1/2017) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam penggrebekan tersebut, polisi menangkap tiga orang tersangka bersama barang bukti.

Ketiga tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Yulianto (28) warga Dusun Banjar, Desa Rejo Sari, Natar; Adi Suryadi (30) warga Perum PTPN VII Desa Rejo Sari, Natar dan Alamsyah (39) warga Dusun Sidodadi, Desa Negara Saka, Negeri Katon, Pesawaran.

Kapolsek Natar, Kompol Eko Nugroho mengatakan, penggrebekan tempat judi koprok dan penangkapan ketiga tersangka, hasil penyelidikan petugas adanya lokasi yang kerap menggelar judi koprok di Dusun Kerto Sari, Desa Rejo Sari, Kecamatan Natar.

“Petugas langsung menggrebek tempat tersebut, dan menangkap tiga tersangka saat sedang bermain judi koprok. Sedangkan dua tersangka lainnya, berinisial RM dan ED berhasil melarikan diri,”ujarnya, Senin (23/1/2017).

Dari penggrebekan tersebut, kata Eko, petugas menyita barang bukti seperangkat alat judi koprok, tiga buah mata dadu, satu buah tempurung, nampan (alas dadu), uang tunai Rp 25 ribu, tiga buah kursi, alat penerangan (lampu dan accu) dan satu buah tas warna coklat pembngkus dadu.

Menurutnya, kegiatan judi koprok tersebut, disinyalir sudah sering dilakukan di tempat tersebut oleh tersangka RM dan ED sebagai bandar judi koprok. Kedunya menggelar arena judi, dengan memasang karpet bergambar hewan, tempurung, dadu dan napan (alas dadu).

“Tersangka RM dan ED sebagai bandarnya, saat ini masih dalam pencarian petugas. Keduanya kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),”jelasnya.

Dikatakannya, ketiga tersangka di jerat Pasal 303 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun.