Beranda Hukum Narkoba Penggerebekan Rumah di Natar, Polda Lampung Sita 400 Kg Ganja

Penggerebekan Rumah di Natar, Polda Lampung Sita 400 Kg Ganja

288
BERBAGI
Petugas Ditresnarkoba Polda Lampung dibantu warga saat menaikkan boks besar berisi ratusan kilogram ganja ke mobil pickup yang disita dari rumah kontrakan di Dusun I, Desa Natar, Lampung Selatan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama Kepala Desa Natar dan warga setempat menggrebek sebuah rumah di Dusun I, Desa Natar, Lampung Selatan yang dikontrak atau dihuni oleh seseorang bernama Darwin, pada Kamis 1 November 2018 lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Dari dalam rumah tersebut, polisi menemukan enam buah boks (kotak kayu) besar berisi 400 Kilogram ganja kering siap edar.

Penggrebekan di salah satu rumah kontrakan di Dusun I, Desa Natar Lampung Selatan oleh petugas Ditresnarkoba Polda Lampung sempat membuat geger warga setempat. Karena warga yang tinggal di sekitar rumah itu, tidak mengetahui kalau rumah yang dihuni oleh Darwin bersama keluarganya dijadikan tempat untuk menyimpan ganja. Saat itu, warga sekitar pun langsung ramai mendatangi rumah tersebut.

Kepala Desa Natar, Edy Suspondo saat ditemui di kediamannya membenarkan mengenai adanya penggrebekan yang dilakukan oleh petugas Dirtektorat Reserse Narkoba polda Lampung di salah rumah di desanya yang dijadikan tempat sebagai tempat penyimpanan ratusan kilogram ganja, pada Kamis sore 1 November 2018 sore lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

“Ya benar, Kamis sore penggrebekannya dan saya ikut langsung dalam penggrebekan itu. Awalnya saya dihubungi petugas dari Narkoba Polda Lampung, bahwa ada pengungkapan ganja di Desanya. Saat itu juga, saya langsung menuju ke lokasi rumah yang digrebek itu,”ujarnya, Sabtu 3 November 2018.

Dikatakannya, rumah yang digrebek itu, dihuni oleh Darwin bersama istri dan satu orang anaknya. Namun pada saat penggrebekan itu, Darwin beserta keluarganya sudah tidak ada lagi di rumah tersebut.

“Waktu digrebek sama polisi, rumah itu memang dalam keadaan tergembok dan kondisinya sudah kosong tidak ditemukan satu orang pun penghuni kontrakan di rumah tersebut,”ucapnya.

Setelah didobrak, kata Edy Suspondo, dari dalam rumah kontrakan itu petugas kepolisian menyita enam buah boks besar ukuran 100 X 70 cm yang terbuat dari triplek tebal dan kayu serta dilapisi plat alumunium ditemukan di ruang tengah. Dari enam boks besar yang disita, empat boks dalam kondisi utuh dan dua boks lagi sudah terbuka.

“Setelah dibongkar boks kayu besar yang masih utuh itu, ternyata didalamnya berisi ratusan bungkus paket ganja kering. Saat dihitung, ada 100 paket ganja seberat 100 kilogram dalam satu boks-nya. Dari empat boks besar yang disita, paket ganja yang diamankan ada sekitar 400 kilogram,”bebernya.

Petugas Ditresnarkoba Polda Lampung (kaos hitam) bersama Kades Natar, Edy Suspondo (kaos putih bertopi) dan warga saat menggeledah rumah kontrakan yang dijadikan tempat untuk menyimpan 400 Kg ganja.
Petugas Ditresnarkoba Polda Lampung (kaos hitam) bersama Kades Natar, Edy Suspondo (kaos putih bertopi) dan warga saat menggeledah rumah kontrakan yang dijadikan tempat untuk menyimpan 400 Kg ganja.

Menurutnya, selain ikut menyaksikan penggrebekan itu, ia juga diminta petugas kepolisian untuk membantu mengantarkan ratusan kilogram ganja yang disita tersebut ke Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.

“Saya juga ikut bantu bawa ratusan kilogram ganja yang disita itu ke Mako Ditresnarkoba Polda Lampung pakai mobil pickup,”ungkapnya.

Mengenai asal ganja itu, lanjut Edy Suspondo, bahwa informasi yang ia dapat dari petugas, bahwa ganja itu dikirim menggunakan jasa ekspedeisi dengan tujuan pool di Kalibalok. Namun ia tidak mengetahui siapa pemilik ganja itu, apakah milik penghuni kontrakan yang saat ini tidak diketahui keberadaannya.

“Kalau kata petugas, pemiliknya siapa dan untuk siapa ganja itu belum diketahui. Tapi ganja itu dari aceh dan mau di kirim ke pool Kalibalok, tapi saya gak tau siapa nama pengirimnya,”tuturnya.

Edy Suspondo mengutarakan, sehari sebelum digrebek di rumah yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan ratusan kilogram ganja yang disita polisi itu, bahwa dirinya sempat melihat Darwin sebagai penghuni kontrakan rumah itu terlihat sibuk mondar-mandir membawa beberapa kardus bekas lewat di depan kantor Balai Desa.

“Rabu pagi itu, saya lihat Darwin lewat di depan Balai Desa sembari bawa kardus bekas. Saat itu saya tanya sama dia (Darwin) buat apa kardus itu, lalu dijawabnya katanya untuk bungkus ngirim paketan dan saya tidak tahu paket yang dimaksud itu ternyata ratusan kilogram ganja yang saat ini disita polisi,”terangnya.

Sementara menurut keterangan salah seorang warga setempat bernama Herli (34) mengaku, bahwa dirinya tidak mengetahui dan menyangka kalau rumah yang sudah lama kosong dan dikontrakan itu ternyata dijadikan tempat untuk menyimpan ratusan kilogram ganja.

“Rumah itu yang punya ya warga sini juga, namanya pak Zainal. Tapi rumah itu sudah lama dikontrak orang lain, dan yang menghuni rumah itu namanya Darwin,”ujarnya.

Menurutnya, bahwa Darwin yang mengontrak rumah tersebut, dikenal sama warga memang sebagai pribadi yang tertutup dan orangnya juga jarang sekali bergaul dengan warga.

“Sejak Darwin tinggal dan ngotrak di Dusun I, Desa Natar ini, hanya tiga kali saja dia (Darwin) terlihat dan itupun saat malam hari. Kalau siang memang jarang terlihat, orangnya juga tertutup jadi nggak ada yang tahu asalnya dia itu darimana,”ungkapnya.

Herli juga membenarkan, ada enam boks ukuran besar yang dikeluarkan dari dalam rumah yang dihuni oleh Darwin yang digrebek polisi dari Polda Lampung.

“Ya ada enam boks besar yang disita, empat boks kondisinya masih utuh isi ganja dan dua boks lagi sudah terbuka. Lalu ganja itu, dibawa polisi bersama Pak Kades pakai mobil picukup,”jelasnya.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggrebekan yang dilakukan anggotanya dibantu dengan aparat desa dan warga di salah satu rumah kontrakan yang berada di Dusun I, Desa Natar, Lampung Selatan, Kamis 1 November 2018 lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

“Ya benar, dari penggrebekan di rumah kontrakan itu anggota menyita 400 Kg ganja kering siap edar. Namun rumah itu, sudah dalam keadaan kosong. Ganja itu disimpan dalam boks besar, yang terbuat dari triplek dan kayu serta dilapisi alumunium,”ungkapnya.

Temuan 400 Kg ganja di rumah kontrakan di Desa Natar, Lampung Selatan itu, kata Kombes Pol Shobartmen, merupakan temuan yang kedua yang dilakukan oleh tim dalam pengungkapan kasus narkoba tersebut.

“Sebelumnya Minggu 29 Oktober 2018 lalu, anggota menyita 300 Kg ganja melalui jasa eskpedisi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kedamaian, Bandarlampung. Untuk total barang bukti ganja yang disita dari dua lokasi berbeda itu seberat 700 Kg,”ungkapnya.

Dijelaskannya, hasil temuan paket ganja seberat 700 Kg yang disita oleh tim dari dua lokasi berbeda itu, merupakan saling berkaitan. Karena dari bungkus dan paketnya, menggunakan packing (boks) besar yang terbuat dari triplek dan kayu yang dilapisi alumunium.

“Jadi ratusan kilogram yang disita di dua lokasi berbeda itu ada kaitannya, karena dari bungkus dan peketnya pun sama. Saat ini masih kami dalami untuk mencari pemiliknya, kalau asal barang haram (ganja) dugaan sementara asal Aceh,”terangnya.

Loading...