Beranda News Bandarlampung Penggusuran Pasar-Rumah Griya Sukarame, Puluhan Warga Terlunta-lunta

Penggusuran Pasar-Rumah Griya Sukarame, Puluhan Warga Terlunta-lunta

407
BERBAGI
Wahyuni dan anaknya tidak tahu malam ini akan tidur di mana. Hari ini (24/7/2018) rumahnya digusur Pemkot Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Puluhan rumah di kompleks Pasar Griya Sukarame, Bandarlampung, siang ini (24/7/2018) digusur Pemkot Bandarlampung. Penggusuran dilakukan setelah upaya negosiasi yang dilakukan LBH Bandarlampung tidak berhasil.

Walikota Bandarlampung Herman HN tetap berkukuh menggusur pasar dan bangunan rumah di atas lahan milik Pemkot itu karena akan didirikan Kantor Kejaksaan Negeri Bandarlampung.

Sejak pagi puluhan warga sudah bersiap-siap untuk menghadapi aparat Sat Pol PP Pemkot Bandarlampung. Namun, kedatangan petugas dalam jumlah besar dan dijaga polisi membuat nyali warga jirih. Warga Pasar Griya akhirnya pasrah rumah mereka dirobohkan dengan dua eksavator yang dibawa Pemkot Bandarlampung.

Sebelumnya warga sempat bertahan dengan membuat barikade di dekat Puskesmas Rawat Inap Sukarame. Warga dan mahasiswa menggelar doa di tengah Jalan Pulau Sebesi.

Tak lama kemudian, ratusan Pol PP bergerak dari Kantor Dinas PU Kota Bandarlampung. Di belakangnya, dua eksavator warna kuning ikut bergerak.

Saat berhadap – hadapan antara warga dibantu mahasiswa dengan Pol PP, Kadiv Sosek LBH Bandarlampung Ilias mencoba menegosiasi pihak Pemkot yang hari ini dipimpin Asisten 2, Pola Pardede.

“Pak tolong hentikan, kami sedang negosiasi yang difasilitasi oleh Ombudsman,” kata Ilias.

Rumah dan bangunan Pasar Griya Sukarame Bandarlampung rata dengan tanah setelah diterjang eksavator, Selasa (24/7/2018).
Rumah dan bangunan Pasar Griya Sukarame Bandarlampung rata dengan tanah setelah diterjang eksavator, Selasa (24/7/2018).

Pola Pardede bersikukuh untuk menggusur. Alasanya: sudah ada surat perintah untuk menggusur.

“Ini ada spt-nya (surat perintah),” diucapkan Pola pardede berulang – ulang dengan wajah yang pucat.

AnggotaPol PP dan eksavator maju. Warga dibantu mahasiswa mencoba bertahan.Namun kekuatan Pol PP cukup besar warga dan mahasiswa bisa dipukul mundur.

Saat Pol PP mulai memasuki area pasar Griya ada kejadian saling timpuk batu, Kadiv Sosek LBH Bandarlampung Ilias mencoba menahan supaya saling timpuk batu tidak terus – terusan.

Niat untuk menghentikan saling timpuk yang didapat Ilias malah dicurigai sebagai orang yang melakukan penimpukan, dia diamankan oleh Pol PP di bawa menjauh dari pasar Griya Sukarame.

“Saya ini mau ngamanin supaya tidak ada saling timpuk, saya dari LBH,” kata Ilias kepada Pol PP.

Jalan di Pulau Sabesi depan Pasar Griya Sukarame ditutup sejak pukul 08.00 Wib, warga dari arah lapangan golf dialihkan ke jalan H. Madang sedangkan dari arah Tanjung Karang dialihkan melalui Jalan Kemuning.

Penggusuran rumah itu membuat puluhan warga kompleks Griya Sukarame terlunta-lunta. Mereka tidak punya tempat tinggal lagi. Beberapa di antara mereka kebingungan nanti malam akan tidur di mana, sebab mereka tidak punya saudara di Lampung.

“Kami bingung pak kami mau tinggal ke mana.Kami mau pindah,tetapi nggak punya uang,” ujar Wahyuni,35 tahun,  dengan mata sembab karena menangis.

Tim Teraslampung.com