Penghargaan sebagai Kado Ulang Tahun

  • Bagikan
Bupati Lampung Tengah H. Ahmad Pairin sedang mekakukan imunisasi kepada seorang bayi di Lampung Tengah (Ist)
LAMPUNT
TENGAH –
Serangkaian kegiatan telah digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-68
Kabupaten Lampung Tengah. Kemeriahan kian bermakna, dengan sederet penghargaan
dari Pemerintah Pusat diterima Bupati Lampung Tengah A.Pairin, pada peringatan
Hari Keluarga Nasional ke-XXI di Surabaya,  beberapa waktu lalu.
Penghargaan
iberupa Anugerah Manggala Karya Kencana, Wira Kencana dan Dharma Karya
Kencana. Anugerah yang diberikan kepada rakyat Lamteng itu diberikan  atas prestasi dan dedikasi Bupati Lampung Tengah dalam mendukung program  kependudukan dan Keluarga Berencana (KB). Penghargaan yang diberikan pemerintah pusat itu setidaknya menjadi
kado ulang tahun bagi masyarakat Lampung Tengah (Lamteng).
Penghargaan
juga di terima Bupati A.Pairin  berupa Pakarti
Utama I atas prestasi yang dicapai oleh Posyandu terbaik tingkat nasional untuk
kategori kabupaten/kota, oleh Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Menurut Bupati Pairin keluarga  merupakan unit terkecil dalam masyarakat dan unsur yang strategis
dalam memperkokoh ketahanan bangsa. Sebuah keluarga, kata dia, tentunya memiliki fungsi-fungsi bagi pembentukan
pribadi dan tumbuh kembangnya anak. Keluarga adalah sarana paling ampuh dalam
pembentukan karakter, kepribadian, moral, etika, dan kualitas anggota
didalamnya. 
”Keluarga
berkualitas, didalamnya terdapat anggota keluarga yang sehat, memiliki
anak-anak ideal, maju, mandiri, berwawasan kedepan, beratanggungjawab dan bertaqwa
kepada Tuhan yang Maha Esa,”tegas Pairin.
Bupati H, Ahmad Pairin meninjau pemasangan implan. (Ist)
Di antara
berbagai kegiatan yang berbuah penghargaan itu, berupa program penataan administrasi
kependudukan yang dilaksanakan oleh pemerintah
Kabupaten Lampung Tengah, diarahkan bagi penyediaan informasi yang dapat diakses masyarakat.
Sedang, peningkatan pelayanan publik dalam
bidang kependudukan berupa penerapan KTP Elektronik
terhadap seluruh wajib KTP kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kualitas identitas kependudukan.
Sementara itu, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap
pentingnya pembuatan akta kelahiran bagi setiap orang, secara intensif
dilakukan sosialisasi tentang akta kelahiran pengadilan keliling kepada tokoh masyarakat, bidan desa, perangkat/aparat kampung. Terutama terkait dengan Surat Edaran Mahkamah Agung Republik
Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pencabutan Surat Edaran Mahkamah Agung
Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penetapan Pencatatan Kelahiran
yang melampaui Batas waktu 1 ( satu ) tahun secara kolektif.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem
Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang telah diterapkan, dapat
diketahui keadaan kependudukan Kabupaten Lampung Tengah sampai dengan akhir
Desember 2013 dimana jumlah penduduk mencapai 1.466.908 jiwa
yang terdiri dari penduduk laki-laki 753.257  jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 713.651  jiwa. Sedang jumlah Kepala Keluarga (KK) sesuai dengan Daftar Rumah
Tangga (DRT) yang ada sebanyak 424.263  KK.
Selama tahun 2013, jumlah
KTP SIAK  yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Lampung Tengah mencapai 54.768 lembar. Jumlah tersebut terjadi penurunan sebesar 64,38 persen dibanding dengan pelayanan
tahun 2012 yang mencapai 153.756 lembar KTP, hal ini disebabkan masyarakat
telah beralih ke KTP elektronik.
Bupati Lampung Tegan H A Pairin S Sos (kanan) dan Wakil Bupi Ir. H Mustafa, M.H. didampingi beberapa pejabat di Lampung Tengah foto bersama usai menerima  Penghargaan Tenaga Kesehatan Kerprestas. (Ist)
Keberhasilan pembangunan di bidang kependudukan di Lamteng, ditunjukan pula oleh perkembangan jumlah penduduk yang memiliki KTP dan jumlah kepemilikan
Akte Kelahiran per 1000 penduduk.  Sampai
dengan tahun 2013 Jumlah penduduk yang wajib memiliki
KTP (usia 17 tahun ke atas dan atau sudah
menikah) sebanyak 1.047.480  orang. Dari jumlah
tersebut yang telah memiliki KTP (berbasis NIK) sebanyak 805.652 orang atau 76,91 persen dari jumlah penduduk yang wajib memiliki KTP.  Jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan
tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 7,29 persen.
Jumlah penduduk yang telah
mengikuti perekaman E- KTP mencapapi 723.530 Orang
atau 74.83  persen dari wajib
e-KTP sebesar 966.945  Orang. Sedangkan jumlah
kepemilikan Akte Kelahiran
per 1000
penduduk sebesar 109  orang, artinya
setiap seribu penduduk yang memiliki Akte kelahiran berbasis NIK sebesar 109 orang. Jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan tahun
2012 mengalami peningkatan sebesar 0,74 persen. Hal ini disebabkan mulai Mei
tahun 2013 pembuatan akte kelahiran tidak lagi 
melalui pengadilan. Sedangkan jumlah kartu keluarga (KK) yang diterbitkan selama
tahun 2013 sebanyak 97.635 lembar, jumlah tersebut juga mengalami penurunan mencapai 12.496 lembar dibandingkan pelayanan
pada tahun 2012 yang berjumlah 110.131 lembar. Hal ini disebabkan  bagi warga yang sudah membuat KK, tentunya tidak lagi membuat KK kecuali ada perubahan
dalam keluarga.
Jumlah Akta Kelahiran
yang diterbitkan selama tahun 2013  sebanyak 52.521 lembar, atau meningkat sebesar 213,56 persen dibandingkan pelayanan
tahun 2012 yang berjumlah 16.750 lembar. Sampai dengan tahun 2013 jumlah penduduk yang
memilik akte kelahiran  sebanyak 160.751  orang. Sementara itu, jumlah
Akte Perkawinan non Islam yang dikeluarkan selama tahun 2013  yaitu sebanyak 581  lembar. Jumlah ini
menurun  sebanyak  34 Akte dibandingkan pelayanan tahun 2012 yang berjumlah 615 lembar. Sampai
dengan tahun 2013 jumlah penduduk yang memilik akte perkawinan  sebanyak 4.035 orang.
Di bidang Keluarga Berencana  (KB) dan Keluarga
Sejahtera
(KS), keberhasilan secara umum dapat dilihat dari
jumlah peserta KB, jumlah keluarga prasejahtera dan rata-rata jumlah anak per keluarga. Jumlah pasangan usia subur (PUS) yang menjadi peserta KB Aktif (akseptor) pada tahun 2013 mencapai  200.663 PUS. Pencapaian
peserta KB aktif tersebut mengalami peningkatan yaitu  sebanyak 4700 PUS jika dibanding capaian tahun 2012 yang sebesar 195.955 PUS.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh bertambahnya PUS baru dan meningkatnya kesadaran masyarakat
Lamteng mengikuti program KB. Hal ini juga tidak terlepas dari keseriusan pemerintah
Kabupaten Lampung Tengah dalam menggalakan program KB. Tahun 2013 jumlah keluarga pra sejahtera sebanyak 102.768 KK atau mengalami penurunan sebesar 1,78 persen dibanding tahun 2012 yang mencapapi
104.638 KK.
Penurunan ini didukung oleh program bimbingan teknis usaha perempuan
dan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Lamteng. (Advertorial)

  • Bagikan