Beranda Hukum Kriminal Penghasilan sebagai Sopir Tembak tak Cukup, Putra “Nyambi” jadi Penjambret

Penghasilan sebagai Sopir Tembak tak Cukup, Putra “Nyambi” jadi Penjambret

28
BERBAGI
Putra Sasta, tesangka penjambret yang mengaku berprofesi sebagai sopir tembak.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Putra Sastra (33), warga Jalan Kebersihan, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, mengaku profesi aslinya sebenarnya adalah sopir tembak. Ia akan menggantikan sopir angkot resmi yang bekerja pada seorang majikan pemilik angkot jika sang sopir berhalangan kerja.

Angkot yang sering dibawa Putra adalah jurusan Telukbetung-Kemiling. Namun, karena penghasilannya sebagai sopir tembak tak cukup untuk menghidupi keluarnya, ia pun sering nyambi sebagai penjambret.

Kepada polisi di Polsek Telukbetung Utara, Selasa (12/1) dia mengaku sudah 13 kali menjambret di wilayah Kota Bandarlampung. Menurutnya, rata-rata yang menjadi korban penjambretan adalah perempuan. Selain mendapatkan uang tunai, terkadang juga ia mendapatkan handphone dan perhiasan dari aksi menjambret.

“Uang hasil menjambret, ada yang dapat Rp 400 ribu bahkan sampai Rp 1 juta. Lalu uangnya, saya gunakan untuk menutupi kekurangan ekonomi rumah tangga saya,”kata Putra dihadapan petugas dan awak media.

Ia mengaku tidak pernah merencanaan untuk menjambret. Artinya, jika di jalan melihat ada sasaran yang memungkinkan untuk dijambret, Putra pun akan segera melancarkan aksinya.

“Niat untuk menjambret itu, muncul begitu saja ketika melihat ada wanita menenteng tas yang sedang jalan sendiri atau yang mengendarai motor. Tidak pernah saya rencanakan untuk menjambret, hanya secara spontan saja. Begitu lihat ada korban bawa tas, lansung saja saya ikuti dan jambret tasnya. Saya melakukan penjambretan hanya sendiri,” tuturnya.

Aparat Polsekta Telukbetung Utara meringkus Putra Sastra usai menjambret  di Jalan Dr. Susilo, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Utara, Jumat (8/1/2016) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Putra menjambret seorang pegawai negeri sipil (PNS) Disnaker berinisial M, yang membawa uang koperasi. Barang bukti yang disita dari tangan tersangka, uang tunai Rp 2,5 juta, satu buah buku tabungan dan satu buah tas warna hitam.

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna biru putih BE 5428 YV milik tersangka, motor tersebut yang digunakan tersangka saat melakukan aksi penjambretan.