Beranda Hukum Penghentian Perkara Kasus Pembajakan Hak Cipta PT Hanjung Masih Tunggu Sikap Polda

Penghentian Perkara Kasus Pembajakan Hak Cipta PT Hanjung Masih Tunggu Sikap Polda

355
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Direktur Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Mashudi, usai gelar kasus pembajakan shoftware yang dilakukan PT Hanjung, 11 September 2014 lalu.

BANDARLAMPUNG-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, mengaku masih menunggu sikap Polda Lampung terkait Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus pelanggaran hak cipta software milik Tekla Corp dan Autodesk Inc, oleh PT Hanjung Indonesia. Pasalnya, surat kajian atas SP3 oleh Kejati, telah dikirimkan ke penyidik Polda Lampung.

Kasipenkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat mengatakan, pihaknya akan terus menunggu tindaklanjut koordinasi dengan penyidik Polda dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dengan SP3 PT Hanjung.

“Kajian atas SP3 PT Hanjung sudah kita sampaikan ke penyidik Krimsus Polda Lampung beberapa waktu lalu. Tapi hingga saat ini kami belum menerima adanya balasan surat tersebut, ya kita tunggu tindaklanjutnya dari mereka (polda) seperti apa,” kata Yadi, Jumat  (6/3).

Sebelumnya, Yadi menuturkan, Kasi Tindak Pidana Lainnya (TPUL) Kejati Lampung, M.Syarief mengaku heran dengan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus PT Hanjung tersebut. Dengan demikian, ia pun langsung mengkaji dan mendalami terbitnya SP3 dari Polda Lampung tersebut.

“Kita langsung kaji dan dalami, apakah dengan dikeluarkannya SP3 itu sudah sesuai dengan aturan dalam KUHP atau tidak. Namun kami tidak mempunyai kewenangan atas itu, karena perkara itu kan yang menangani Polda jadi kami sifatnya hanya mengkaji saja, kenapa SP3 itu dikeluarkan,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, bahwa kebijakan Polda Lampung yang telah mengeluarkan SP3 dalam kasus itu mendapat sorotan dari sejumlah pihak di Lampung. Diantaranya, Lampung Police Watch (LPW) dan LBH Bandar Lampung. Menurut Ketua LPW, Rizani, menilai, hak cipta itu merupakan tindak pidana murni dan bukan delik aduan.

“Jadi, walaupun laporannya sudah dicabut oleh pelapor, seharusnya perkara itu harus tetap dilanjutkan, karena sifatnya bukan delik aduan,” kata dia.

Sementara, menurut Direktur LBH Bandar Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, dikeluarkannya SP3 perkara dugaan pelanggaran hak cipta itu menimbulkan tanda tanya.

“Kan kasus itu sudah ada tersangkanya, dan pastinya penyidik sudah mengantongi alat bukti,” ujarnya.

Sedangkan, menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan bahwa perkara tersebut telah dicabut oleh pelapornya, yakni Tekla Corp. dan Autodesk Inc. Lantaran masuk dalam delik aduan, sehingga kasus tersebut dihentikan.

Dalam perkara ini, Polda Lampung menetapkan tiga tersangka yakni I, S dan H. Ketiganya merupakan teknisi PT Hanjung Indonesia.

Berita Terkait: Pembajakan Hak Cipta Sofware , Polda Lampung Tetapkan Manajer dan Staf PT Hanjung Sebagai Tersangka