Beranda Ruwa Jurai Mesuji Pengrajin Bata Merah di Mesuji akan Terima Bantuan Mesin Cetak

Pengrajin Bata Merah di Mesuji akan Terima Bantuan Mesin Cetak

248
BERBAGI
Bupati Mesuji, Khamami, saat dialog dengan para pengrajin batu bata merah Aula Rumah Dinas Bupati Mesuji, Rabu (13/8).
MESUJI,
Teraslampung.com –
Bupati Mesuji, Khamami, pada hari Rabu (13/08/2014)
mengumpulkan para pengrajin batu bata merah dari Desa Dwi Karya Mustika, Mekarsari,
dan Sungai Badak, di Aula Rumah Dinas Bupati. Mereka dikumpulkan dalam  rangka sosialisasi program bantuan mesin
cetak dari Pemerintah Kabupaten Mesuji.
“Program
bantuan mesin cetak bata merah ini akan dijalankan pada tahun 2015. Dengan bantuan
mesin cetak maka akan meningkatkan produksi. Meningkatnya kapasitas produksi
bata merah diharapkan akan meningkatkan pendapatan pengrajin sehingga
kesejahteraannya meningkat,” kata Khamai, Rabu (13/8).
Menurut
Khamami, pemberian bantuan mesin cetak tersebut disebabkan masih rendahnya
jumlah produksi batu merah di Mesuji dibanding daerah lain di Lampung. Dengan
menggunakan mesin cetak, kata Khamami, diharapkan pengrajin bisa menghasilkan 24.000
bata merah per hari, jauh lebih banyak dibandingkan dengan produksi secara
manual.
Sebelum
bantuan diberikan, akan dibentuk kelompok pengrajin yang beranggotakan 10
orang. Untuk setiap kelompok akan diberikan sebuah mesin cetak dengan sistem
pinjam, sehingga dapat digunakan para pengrajin tanpa dipungut biaya.
“Direncanakan
pada hari Kamis ini akan disosialisasikan cara kerja produksi bata merah dengan
mesin cetak. Kami akan mendatangkan 30 buah mesin cetak untuk diuji coba,”
ujarnya.
Selain
itu, diakuinya kegiatan penggalian tanah untuk bahan baku bata merah secara
berlebihan dan penggunaan kayu bakar untuk pembakaran bata merah dapat merusak
lingkungan. Sebab itu, Khamami menawari para pengrajin untuk menggunakan tanah
bekas galian untuk pelebaran jalan sebagai bahan baku, akan kami berikan secara
gratis.

 

“Untuk
pengganti kayu bakar saya menawarkan kepada pengrajin untuk menggunakan cairan
kimia, selain lebih cepat, produksi yang didapat akan lebih banyak, karena
sebelumnya menggunakan kayu bakar memerlukan waktu sekitar 25 hari, maka dengan
cairan kimia ini hanya memerlukan waktu 10 hari saja,” ujarnya.
Loading...