Beranda Views Kopi Pagi Penguasa (L) Alim

Penguasa (L) Alim

200
BERBAGI

Oleh Nusa Putra

Sejatinya hanya ada dua jenis penguasa di bumi ini. Penguasa alim dan penguasa lalim. Penguasa yang pertama dimulai dengan huruf A yaitu alim. Maknanya adalah ia yang pertama dan utama. Pertama dalam kebijakan dan utama dalam kebajikan. Pertama dalam keteladanan dan utama dalam disiplin. Pertama dalam keadilan dan utama dalam komitmen.

Penguasa alim  gunakan cakar kekuasaannya hanya untuk memerangi kelaliman, menghancurkan kemungkaran, dan melindungi yang lemah. Cakarnya tersimpan rapi dalam genggaman yang selalu lembut. Kelembutannya dalam menjalankan kekuasaan membuat kekuasaan itu seperti udara. Sangat berfungsi dan berguna, tetapi tidak terasa.

Penguasa alim bagai matahari yang memberikan berkah sinarnya pada siapa pun tanpa kecuali. Ia adalah harapan yang pasti terbit setiap pagi. Ia memberi terang pada semua matahati. Ia matahari berkah pada matahati.

Penguasa alim berdiri di depan memberi keteladanan, dengan dan melalui diri dan perilakunya. Bukan dengan kata-kata dan peraturan hampa. Ia lebih percaya pada nurani daripada instruksi.

Penguasa alim memilik radar jiwa yang peka dalam terang empati. Ia mampu melihat dan menghayati apapun bukan dari keakuan, kepentingan dan kebutuhannya. Karena itu ia adalah abdi, bukan tuan.

Penguasa alim adalah timbangan emas yang cermat, tepat akurat dalam membuat pertimbangan dan mengambil keputusan. Bukan timbangan berkarat yang tak pernah tepat, apalagi akurat.

Penguasa alim  tak pernah dilamun emosi rendahan yang berasal dari bisikan yang bisa menjerumuskannya dalam lumpur kehinaan.

Penguasa alim membangun sistem dan memekarkan kemanusia dalam racikan keseimbangan yang dicoraki harmoni keindahan.

Penguasa alim adalah kebun bunga bagi kumbang-kumbang harapan.

Penguasa alim adalah oase bagi rakyat yang letih dikibuli janji-janji palsu penjahat kekuasaan.

Penguasa alim menindaki apa yang dikatakannya, dan mengakatakan apa yang ditindakinya. Kata dan tindakan adalah satu dalam keutuhan.

Penguasa alim hanya takut pada yang Maha Kasih, atasannya adalah Yang Maha Kuasa. Karena itu ia adalah pelayan kemanusiaan.

Penguasa kedua dimulai dengan huruf  L, yaitu Lalim. Ia di belakang dan terkebelakang. Ia di belakang dalam amanah dan terkebelakang dalam kejujuran, dibelakang dalam komitmen dan terkebelakang dalam integritas, di belakang dalam keadilan dan terkebelakang dalam rasa malu.

Penguasa lalim gunakan cakar kekuasaannya untuk memberangus kebenaran, yang lemah tak berdaya, dan melindungi kepentingan pribadi dan kelompok. Cakar kekuasaannya adalah senjata pamungkas untuk mengoyak moyak kebenaran. Ia jalankan kekuasaan dengan belati di tangan kanan dan kapak pada tangan kiri. Menusuk dan menghantam. Kehadirannya adalah adalah ancaman dan ketakutan.

Penguasa lalim adalah asap pekat kebakaran hutan. Menyebarkan penyakit dan keresahan.

Penguasa lalim membuat aturan bagi orang lain, tidak berlaku bagi dirinya.

Penguasa lalim tajam cakar kekuasaannya, tumpul radar jiwanya. Kemarahan adalah bahasa jiwanya.

Penguasa lalim adalah sumur tua yang berisi bangkai kedengkian dan kekejian yang lahir dari kejahatan masa lalu.

Penguasa lalim lemah jiwa, gampang diombang ambingkan bisikan jahat dari mereka yang berjiwa hitam, penjahat yang bertopeng kebaikan.

Penguasa lalim rentan diremukpunukkan emosi, dan menjadikan keakuan serta kepentingan sebagai dasar bagi kebijakan dan keputusan.

Penguasa lalim mengatakan apa yang tidak dilakukannya, dan melakukan apa yang tidak pernah dikatakannya. Kata dan kelakuannya bertolak belakang.

Penguasa lalim membangun kerajaan pribadi dan hanya mengambil keuntungan bagi diri sendiri.

Penguasa lalim adalah virus kotor yang hancurkan peradaban.

Loading...