Beranda Hukum Pengusaha di Natar Pengemplang Pajak Rp2,7 Miliar akan Ditahan di Lapas Selama...

Pengusaha di Natar Pengemplang Pajak Rp2,7 Miliar akan Ditahan di Lapas Selama Tiga Bulan

253
BERBAGI
DI, pengusahaha di Natar, Lampung Selatan yang diduga menunggak atau mengemplang pajak.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tersandera pengemplang pajak berinisial DI (72), bakal menghuni tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Bandarlampung selama tiga bulan  kedepan terhitung sejak mulai hari ini, Selasa (15/3/2016).

Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP)Natar, Lampung Selatan, Nashrul Asyir, mengutarakan, tersandera DI dititipkan di Lapas Kelas 1 Bandarlampung selama tiga bulan kedepan. Hal tersebut, mengacu pada peraturan perundangan perpajakan. Jika selama kurun waktu yang sudah ditentukan,
tersandera telah melunasi tunggakan pajaknya maka pihaknya akan dibebaskan dari Lapas.

“Sandera ID dititipkan di Lapas, merupakan upaya dari Direktorat Jendral Pajak (DJP) sebagai penegakkan hukum terhadap para pengemplang pajak,”terang Nashrul, Selasa (15/3/2016).

Menurutnya, hal tersebut tujuannya untuk memberikan efek jera dan memberikan kepastian hukum atas perbuatan tersandera.

Dikatakannya, penyanderaan merupakan sebagai langkah terakhir kepada para pengemplang pajak atas penagihan tunggakan pajak. Pada sebelumnya, KPP Natar, Lampung Selatan sudah melakukan langkah-langkah penagihan, lalu memberikan teguran serta penyitaan aset.

“Kesalahan wajib pajak ini, tidak sepenuhnya melaksanakan kewajibannya untuk menyetorkan pajak pertambahan nilai (PPN) atas penjualan barang hasil dagangannya,”ungkapnya.