Pengusaha pun Berpartisipasi pada ‘Road Show ‘ Puisi Menolak Korupsi di Bandarlampung

  • Bagikan
Hartarto Lojaya, politikus dan pengusaha, membacakan puisi di atas panggung Puisi Menolak Korupsi, di Mal Kartini Bandarlampung, Rabu malam (28/10).
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung.com–
Puisi Hartarto Lojaya, anggota DPRD Lampung dari Partai
Demokrat yang juga pemilik Mal Kartini, berjudul “Catatan Wakil Rakyat” dibacakan
dengan sangat bagus oleh pemenang pertama tingkat mahasiswa Nala Rahmawati. 
Road show ke 25 Puisi Menolak Korupsi (PMK) digelar di Mal Kartini dalam rangka
memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ini ditandai dengan Lomba Baca Puisi tingkat
pelajar dan mahasiswa se-Lampung.
Sementara
pemenang pertama timgkat pelajar diraih oleh Nada Chalisa. Selaian juara
pertama, pemenang kedua dan ketiga juga tampil membacakan puisi bersama penyair, pembaca
puisi, dan penonton yang tampil spontan.
Direktur
Utama Mal Kartini Hartarto Lojaya mengaku terkesan dengan suara hati para penyair
yang menolak korupsi.
“Ini
sejalan dengan perjuangan saya sebabai legislatif,” kata politikus Partai Demokrat
yang kini kembali duduk di  DPRD Povinsi Lampung untuk kedua kali itu.
Para
penyair yang menyemarakkan pembacaan puisi, Selasa (28/10) malam di antaranya
Juperta Panji Utama, Udo Z. Karzi, Syaiful Irba Tanpaka, Syatifuddin Arifin,
Murdoks, Sosiawan Leak, aktor Alexander GB, dan lain-lain.
Road
show PMK yang dikoordinitori Sosiawan Leak ini telah melakukan di 24 titik atau
kota di Tanah Air. Ditandai yang pertama di Blitar, dan sebelumnya di
Pekanbaru.
“Bulan
November di Pasuruan, dan Desember di Tanjungpinang Kepri,” jelas Sosiawan
Leak.
Road
show le 25 PMK di Mal Kartini dihadiri Ketua Umum DKL Syafariah Widiati atau
Atu Ayi, para seniman Lampung seperti Dana E Rachmat, Entus Alrafi, Devin, Ivan
Bonang, Iin Muthmainnah, dan banyak lagi.
Berikut
ini puisi karya Hartarto Lojaya:
CATATAN
WAKIL RAKYAT
Karya
Hartarto Lojaya
sebab
aku wakil rakyat
aku
bukan lintah darat
maka
kujunjung amanah
di
mejameja musyawarah
karena
aku diamanahkan
sebagai
wakil rakyat
kujaga
itu biarpun
aku
tak berkawan
di
ini gedung dewan
jangan
sebut aku lintah darat
apalagi
membohongi rakyat
di
hatiku tertanam janji
menegakkan
marwah
ya,
aku tak menutup mata
membalut
telinga
ihwal
wakil rakyat
yang
datang lalu pulang
lupa
berjuang
pada
rakyat yang rumpang
tanda
tangan absen
berebut
study banding ke luar negeri
atau
merapat eksekutif saat paripurna
mengesahkan
APBD
akulah
wakil rakyat
dan
bukan lintah darat
memberi
uang seribu
minta
kembali sepuluh ribu
sebab
aku wakil rakyat
aku
tak ingin disebut lintah darat

  • Bagikan