Opini  

Peningkatan IPM Provinsi Lampung Pasca-Pandemi Covid-19

Bagikan/Suka/Tweet:

Lenna Nalurita, S.P.
BPS Kabupaten Tulangbawang

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator pengukuran keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk), indikator salah satu target pembanguan dalam pembahasan asumsi makro pemerintah dan DPR, sebagai alokator penentuan dana alakosi umum suatu daerah dan indikator yang digunakan untuk penghitungan dana insentif daerah ( Badan Pusat Statistik).

IPM terdiri atas tiga dimensi. Yaitu dimensi umur panjang dan hidup sehat (umur harapan hidup saat lahir), dimensi pengetahuan (harapan lama sekolah dan rata rata lama sekolah), dan dimensi standar hidup layak (pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan)

Untuk mengetahui keberhasilan dalam pembangunan dapat kita lihat dari seberapa besar permasalahan pada lingkup masyarakat terutama di bidang ekonomi yang dapat teratasi. Permasalahan-permasalahan tersebut bisa meliputi kemiskinan, pengangguran serta seberapa banyak alat penunjang akses terhadap fasilitas pendidikan maupun kesehatan dan juga pembangunan yang dilaksanakan seharusnya bisa meningkatkan kualitas manusia itu sendiri.

Kemajuan pembangunan manusia secara umum dapat ditunjukkan dengan melihat perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kegiatan dalam pembangunan dapat dimulai dari memperhatikan perkembangan pendidikan, perkembangan teknologi, peningkatan dalam kesehatan, peningkatan dalam infrastruktur yang tersedia dan peningkatan dalam pendapatan dan kemakmuran masyarakat( A. Rahardini ). Menurut situs Badan Pusat Statistik bps.go.id (2018) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diperkenalkan oleh United Nations Development Program (UNDP) pada tahun 1990 lalu dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan HDR (Human Development Report). IPM menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia yang dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, dan Pendidikan.

IPM Provinsi Lampung

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang terdapat di Pulau Sumatera, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 Provinsi Lampung mengalami peningkatan Indeks Pembanguna Manusia(IPM), tentu saja ini merupakan berita baik, disaat semua provinsi sedang membenahi ekonomi ternyata Provinsi Lampung dapat meningkatkan angka IPM yang lumayan yaitu sekitar 70,45, jika dibandingkan dengan tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 0,79 persen. Ketika kita melihat tren angka IPM Provinsi Lampung sejak tahun 2012 ternyata mengalami peningkatan terus hingga tahun 2022. Status IPM menggambarkan level pencapaian pembangunan manusia dalam satu periode. Status IPM terdiri dari sangat tinggi IPM > 80, tinggi 70 < IPM < 80, sedang 60 < IPM < 70 dan rendah IPM < 60. Dilihat dari nilai IPM Provinsi Lampung sebesar 70,45 maka status IPM Provinsi Lampung masuk dalam kategori tinggi yang sebelumnya berstatus sedang di tahun 2021.

Meningkatnya IPM Provinsi Lampung disebabkan oleh peningkatan pada semua dimensi IPM baik kualitas kesehatan, pendidikan, maupun pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

1. Umur harapan hidup hidup saat lahir (UHH), tahun 2022 mencapai 70, 99 tahun hal ini mengalami peningkatan 0,26 tahun dari 2021, angka ini dapat diartikan bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan hidup hingga umur 70,99 tahun.

2. Harapan lama sekolah/HLS tahun 2022 mencapai 12,74 tahun dengan peningkatan sebesar 0,01 tahun dari 2021, angka ini mengambarkan anak usia 7 tahun keatas memiliki peluang melanjutkan sekolah selama 12,74 tahun.

Rata-rata Lama sekolah/RLS tahun 2022 mencapai 8,18 tahun dengan peningkatan sebesar 0,10 tahun dari 2021, angka ini menunjukan bahwa penduduk usia 25 tahun ke atas di Provinsi Lampung secara rata rata mencapai Pendidikan 8,18 tahun

3. Pengeluaran perkapita per tahun ( ribu rupiah) tahun 2022 naik menjadi Rp 298.000.

Peningkatan IPM Provinsi Lampung tahun 2022 ini menunjukan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi, berangsur- angsur sudah tidak begitu signifikan dirasakan oleh masyarakat, hal ini juga menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah Provinsi Lampung dalam pengambilan kebijakan mengatasi dampak pandemi secara serius. Namun, pmerintah daerah tidak boleh lengah dalam hal peningkatan angka IPM ini , karena pemerintah daerah Provinsi Lampung harus bekerja keras kembali untuk meningkatkan status IPM menjadi sangat tinggi denga cara tetap membuat kebijakan kebijakan yang dapat mencakup semua demensi yang terdapat pada IPM. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah Provinsi Lampung juga harus didukung oleh masyarakat Provinsi Lampung untuk mewujudkan status IPM sangat tinggi agar tercapainya Lampung Berjaya.

Berdasarkan dimensi pendidikan ada dua indikator yakni rata-rata lama sekolah 8,18 tahun atau naik 0,10 tahun yang artinya untuk penduduk usia 25 tahun ke atas di Provinsi Lampung secara rata-rata telah mencapai pendidikan 8,18 tahun. Lalu indikator kedua harapan lama sekolah 12,74 tahun naik 0,01 tahun yang menggambarkan usia 7 tahun ke atas di Lampung memiliki peluang melanjutkan sekolah selama 12,74 tahun.
Kemudian dimensi ekonomi pengeluaran per kapital per tahun yang disesuaikan Rp10,336 juta atau naik Rp298 ribu (2,97 persen).