Beranda Hukum Kriminal Penipuan Umrah: Dipenjara 20 Tahun, Harta Bos First Travel Dirampas Negara

Penipuan Umrah: Dipenjara 20 Tahun, Harta Bos First Travel Dirampas Negara

402
BERBAGI
Sidang kasus penipuan umrah oleh bos First Travel (Foto: tempo.co)

TERASLAMPUNG.COM — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis masing-masing pidana 20 tahun dan 18 tahun penjara kepada bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan di PN Depok, Kalimulya, Cilodong, Rabu, 30 Mei 2018. Pasangan suami isteri tersebut terbukti menipu dan melakukan pencucian uang para calon jamaah First Travel sehingga gagal berangkat umrah.

“Menyatakan terdakwa 1 Andika Surachman dan terdakwa 2 Anniesa Desvitasari Hasibuan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penipuan dan pencucian uang sebagai perbuatan berlanjut,” kata Hakim Ketua Sobandi saat membacakan amar putusan.

Pasangan suami istri yang selama ini hidup tajir dan suka pamer kemewahan di media sosial itu juga mendapat pidana denda Rp 10 miliar subsider 8 bulan kurungan. Sejumlah harta benda terdakwa yang menjadi barang bukti dirampas oleh negara.

Andika merupakan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) yang bertanggung jawab memimpin mengendalikan perusahaan. Sedangkan Anniesa menjabat direktur yang bertugas  menjalin komunikasi dengan para koordinator First Travel.

Terdakwa lainnya, Siti Nurhaida Hasibuan alias Kiki selaku Komisaris dan Kepala Divisi Keuangan First Travel diganjar pidana 15 tahun penjara dan denda senilai Rp 5 miliar rupiah subsider 8 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan, semua unsur dakwaan yang disangkakan kepada para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan. Ketiganya dijerat pasal pasal berlapis terkait penipuan dan pencucian uang.

Andika dan Anniesa dijerat pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 Undang-Undang Nomor 8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Kiki dijerat dengan pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8/2010 tentang TPPU jo pasal 55 ayat 1 ke-(1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Awalnya, First Travel menawarkan paket penyelenggaraan perjalanan umrah pada 2011, dengan ketentuan pemberangkatan dilakukan satu tahun kemudian setelah biaya perjalanan di bayar lunas.

Menurut hakim anggota Teguh Arifiano, pada 2015 First Travel juga menawarkan paket promo 2017 dengan harga Rp 14.300.000 per orang untuk perjalanan sembilan hari.

“Paket tersebut ditawarkan pada Januari 2015 untuk pemberangkatan November 2016 – Mei 2017. Padahal, biaya tersebut di luar harga normal perjalanan umrah senilai Rp 20 juta,” kata Teguh.

Di persidangan terdakwa pernah menjelaskan bahwa sejak awal sejak dari awal menyadari harga paket umrah promo sebesar Rp 14.300.000 tidak cukup untuk membiayai paket perjalanan badah umrah seperti yang ditawarkan.

Meski begitu, para terdakwa tetap memasarkan promonya tersebut sehingga menarik para jamaah. Bahkan First Travel membuka cabang di Medan, Kebon Jeruk (Jakarta Barat), Kuningan (Jakarta Pusat), Jalan TB Simatupang (Jakarta Selatan), Bandung (Jawa Barat), dan Sidoarjo (Jawa Timur) guna memasarkan paket itu. Mereka juga membentuk jaringan pemasaran di seluruh Indonesia.

Loading...