Beranda News Pusiban Penjabat Bupati Lamteng, Lamsel, dan Walikota Metro akan Segera Diusulkan kepada Mendagri

Penjabat Bupati Lamteng, Lamsel, dan Walikota Metro akan Segera Diusulkan kepada Mendagri

132
BERBAGI
Drs. Tauhidi, M.M. 
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung.com–
Pemerintah Provinsi Lampung pada awal Juli akan memproses penjabat
bupati tiga daerah yaitu  Kabupaten  Lampung Selatan,  Kabupaten Waykanan, dan Kota Metro yang
akan diusulkan kepada Mendagri. Jabatan kepala daerah di tiga daerah itu akan diisi penjabat kepala daerah karena masa tugas kepala daerah di tiga daerah itu segera berakhir. Pada Desember 2015 tiga daerah itu termasuk yang akan menggelar pilkada serentak.
Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Lampung, Tauhidi, pengajuan siapa yang akan menjadi penjabat bupati sudah diproses di
Mendagri untuk tiga kabupaten  yaitu
Metro, Lampung Selatan dan Waykanan.
“Penjabat bupati sudah
panggil kepala biro otda dan pada awal bulan ini Kota Metro, Kabupaten Lampung
Selatan dan Waykanan sudah diproses di Mendagri,” kata Tauhidi, Rabu (8/7)
di ruang kerjanya.
Tauhidi menjelaskan bahwa
kewenangan  pejabat ini adalah hak gubernur
. Syarat untuk bisa menjadi penjabat bupati  adalah pejabat tinggi pratama eselon II dan
berasal dari  pejabat Provinsi Lampung.
Ketika disinggung nama dirinya
yang akan muncul, beliau berkelit. “Itu kan hanya versinya pers kalau saya
juga ikut masuk dalam bursa nama penjabat bupati. Doakan saya mendapat yang
terbaik. Apalah artinya saya menjadi pejabat bupati , dan  buat apa saya tidak memberikan kebaikan
ditempat saya bertugas. Tetapi seandainya saya bisa  berkontribusi didaerah tersebut, syukur
alhamdulilah . Namun sebaiknya  buat apa jika
 menjadi mudorat, dan berbuat masalah,”
katanya.
Tauhidi yakin dalam proses
penentuan penjabat bupati  tidak ada istilah
“mahar” .
“Saya yakin  gubernur hanya ingin menunjuk pejabat bupati  yang bisa membantu beliau agar  dalam Pilkada baik, netral dan kondusif serta
dapat memberikan disiplin yang baik. Mahar itu tidak mungkin . Kalau politik
mungkin,” ujarnya.

Mas Alina Arifin
Loading...