Beranda Hukum Kriminal Penodong Pelajar di Pelabuhan Ferry Panjang Dibekuk Polisi

Penodong Pelajar di Pelabuhan Ferry Panjang Dibekuk Polisi

323
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Buron kasus penodongan dengan korban seorang pelajar,  Arkan Wiriyanto (24,) dibekuk Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Panjang beberapa hari lalu. Polisi menangkap tersangka Arkan di rumahnya di Kelurahan Srengsem, Panjang.

Kapolsekta Panjang, Kompol Sofingi mengatakan, tersangka Arkan sempat buron selama empat bulan, selama dalam pelarian Arkan bersembunyi dengan berpindah-pindah tempat di rumah teman-temannya di wilayah Lampung.

“Mendapatkan informasi kepulangan tersangka, saat itu juga langsung dilakukan penangkapan tersangka di rumahnya,”ujarnya, Senin (3/4/2017).

Sofingi mengutarakan, Arkan terlibat kasus penodongan bersama ketiga rekannya, Ijal, Rizky dan Riko yang sudah ditangkap lebih dulu beberapa waktu lalu bersama barang bukti. Para tersangka, menodong korbannya pelajar saat sedang nongkrong di Pelabuhan Ferry Panjang, November 2016 lalu. Selain pelajar, korbannya adalah para pengunjung Pelabuhan lainnya.

Setiap sore, kata Sofingi, para pelajar dan pengunjung tersebut datang bermain ke Pelabuhan Ferry Panjang sembari swafoto. Di tempat tersebut, mereka mengabadikan momennya menggunakan kamera digital DSLR dan kamera ponsel miliknya.

“Ada enam orang yang jadi korban penodongan dan melapor ke Polsekta Panjang, sasaran korban penodongan tersangka dan komplotannya adalah para pelajar,”ungkapnya.

Selanjutnya, para tersangka yang memang lokasi rumahnya berada tidak jauh dari sekitar Pelabuhan, sengaja nongkrong menunggu para pelajar datang yang akan menjadi target sasaran aksi penodongannya.

“Saat korbannya datang, Arkan Cs menghampiri dan menodong korban dengan senjata tajam dan meminta barang-barang berharga milik korban. Bahkan mereka juga, mengancam melukai jika korbannya teriak dan melawan,”terangnya.

Dikatakannya, para tersangka merampas kamera, ponsel, uang dan barang lainnya yang dibawa dengan korban. Barang-barang hasil curian tersebut, dijual ke penadahnya.

“Hasil penjualan, digunakan para tersangka untuk berpoya-poya membeli minuman keras,”jelasnya.