Beranda Hukum Penujahan Kader PAN, Polresta Bandarlampung Buru Tiga Pelaku

Penujahan Kader PAN, Polresta Bandarlampung Buru Tiga Pelaku

215
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Pengeroyokan (ilustrasi/tempo.co)

BANDARLAMPUNG–Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, membenarkan pihaknya menerima adanya laporan korban  penganiayaan disertai penusukan yang terjadi di Hotel Amalia, pada Selasa malam (2/6) terhadap korban Iwan salah satu kader
dari Partai PAN Kota Bandarlampung, saat rapat penyusunan pengurus DPW PAN Lampung.

“Ya Laporannya sudah kami terima Rabu (3/6) kemarin, petugas juga sudah melakukan olah TKP di kokasi kejadian. Saat ini, kasusnya masih dilakukan penyidikan dan pengembangan. Petugas juga masih mencari keberadaan pelaku penusukan tersebut, “kata Dery kepada Teraslampung.com, Kamis malam (4/6).

Dery yang ketika dikontak Teraslampung sedang bertugas di Jakarta, mengaku proses hukum terhadap pelaku penusukan dan penganiayaan akan terus berlanjut.

Sebelumnya diberitakan salah seorang kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bandarlampung, Iwan menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh tiga orang pelaku berinisial Ir, An dan Is.

Penusukan tersebut terjadi saat dalam rapat kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Lampung periode 2015-2020 yang dihelat di Hotel Amalia, pada Selasa malam (2/6). (Baca:  Rapat Pembentukan Pengurus DPW PAN Diwarnai Penujahan)

Menurut keterangan salah seorang sumber mengatakan, terjadinya penganiayaan dan disertai penusukan  tersebut terjadi lantaran adanya cek-cok mulut antara Iswan H Cahya dan Hamrin Sugandi. Dalam rapat kepengurusan DPW PAN tersebut, keduanya berebut posisi sebagai
Sekretaris DPW PAN Lampung.

“Keributan keduanya itu, terjadi saat sedang berada di salah satu kamar hotel No. 222. Keduanya saling ejek. Ya meski ada cek-cok mulut, Iwan bersitegang membela Hamrin Sugandi,”kata dia kepada Teraslampung.com, Kamis (4/6).

Setelah itu, sambungnya, Iwan kemudian berpamitan dan pergi menuju ke kamar hotel No. 224 untuk menjalankan sholat isya. Berselang tak lama Iwan masuk kekamar tersebut, tiba-tiba tiga orang diketahui bernama Ir, An dan Is menggedor pintu kamar hotel.  Ketiganya langsung masuk kedalam kamar, dan mereka menganiaya Iwan.

“Mereka bertiga memukuli dan menendang iwan.  An terlihat mencabut badik dari piganggnya dan Ir juga mengeluarkan sangkur keduanya langsung menusuk Iwan. Saya melihat kejadian itu, karena pintu kamar hotel  posisinya terbuka,”ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Iwan mengalami luka tusukan senjata tajam jenis badik dan sangkur dibagian punggung dan lengan tangannya. Tidak hanya itu saja, Iwan juga dianiaya dengan pukulan dan tendangan. Beruntungnya dalam kejadian tersebut, nyawa Iwan dapat diselamatkan dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit.

“Tiga orang yang melakukan penganiayaan disertai dengan penusukan, Ir, An dan Is. Ketiganya adalah pengurus DPW PAN Lampung di periode lalu. Beruntungnya saat kejadian itu, Iwan dapat lolos melarikan diri meski sudah mengalami luka tusukan. Iwan lari ketempat parkir melalui tangga
depan lift,”terangnya.

Sementara menurut keterangan dari salah seorang karyawan hotel Amalia, yang juga enggan disebutkan namanya memebenarkan, bahwa adanya kejadian keributan hingga mengakibatkan korban mengalami luka akibat terkena tusukan. Menurutnya, masalah tersebut kini sudah ditangani
oleh Polresta Bandarlampung.

“Saat kejadian itu terjadi, saya sedang lepas kerja (libur). Kalau kejadian persisnya saya tidak tahu, tapi saya dapat laporan adanya kejadian itu dari teman saya yang malam itu dia (temannya) sedang
bekerja,”ujarnya kepada Teraslampung.com.