Beranda Seni Puisi Penyair Isbedy Stiawan ZS Tampil Riang di Tanjungpinang

Penyair Isbedy Stiawan ZS Tampil Riang di Tanjungpinang

206
BERBAGI
Isbedy membaca puisi di Tanjungpinang diiringi musik gitar petikan dua seniman tradisi Tulangbawang Barat.

TERASLAMPUNG.COM — Penyair Isbedy Stiawan ZS tampil riang saat di Kedai Puisi Biru, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (16/9) malam.

Tarmizi Rumahitam, presiden Republil RBB Rumahitam, Batam, menilai penampilan Isbedy Stiawan ZS baca puisi Tanjungpinang lebih energik dibanding di Rumahitam, malam sebelumnya.

“Ia tampil begitu riang, seperti tiada beban,” ujar Tarmizi.

Kemungkinan, lanjutnya, aura Tanjungpinang begitu masuk ke dalam diri penyair nasional asal Lampung itu.

Isbedy membuka pembacaannya yang berkolaborasi dengan gitaris klasik dari Tulangbawang Barat (Tubaba) Irawan Syah dan Abdul Karim, dengan puisi tentang Tanjungpinang.

Inilahlah puisinya:

Dari Jendela Fery, Tanjungpinang di Mata
: bersama Amrullah

/1/

dari jendela kaca fery
aku melihat tanjungpinang
menari di muka laut; gelombang kunaiki.
tinggi sekali
terbang aku. sayapsayap mengepak. “inilah tanah seribu pantun,
negeri gurindam. kekasihku sayang…” bagai tangan
melambai, aku datang

di kedai ini kita jumpa, aku pulang,
ke kedai lain kita pun menyulam kata
jadi pula pantun. terpantul aku
pada gurindam;
mula segala bahasa
kalian bersumpah…

di tanjungpinang ini, selaksa
jejakku menubuh. ingin kelak
jadi pohon, buahnya kupetik
sebagai kata, sebagai puisi

“ini mula puisi bernyawa!” katamu

aku pun menunggu musim semai,
memenen sebagai buah kata

ahai, cintaku mula di sini pada jelita
katakata…

/2/

adakah amoy berlenggang di jalan?
malam kembali singgah, entah
sudah tak terhitung bertandang

di tepi pantai, gedung gonggong
mataku dan matamu mengelam
masih pula kurindu mata yang
tersimpan cahayanya di hati
kubawabawa ke mana pergi,
juga singgah di segala kota
di ini kota, selalu kudapati
taman bercahayacahaya
dari kata:
kitab masa silam

Tjp 16 9 2018

Loading...